FIFA Buka Skema Saham Piala Dunia, Modal Rp72 Miliar Jadi Tiket Masuk Investor

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 03:19:01 WIB
FIFA resmi membuka skema investasi FFE dengan setoran awal Rp72 miliar bagi investor strategis global untuk memperoleh saham minoritas Piala Dunia.

BANTEN — FIFA resmi membuka skema investasi baru untuk Piala Dunia melalui pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini akan mengelola seluruh kompetisi utama FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Namun, peluang ini hanya tersedia bagi investor strategis global, bukan investor ritel.

Setoran Awal Rp72 Miliar untuk Saham Minoritas

Berdasarkan laporan BBC, setiap calon pemegang saham wajib menyetor dana awal sekitar 4 juta dolar AS. FIFA hanya akan melepas saham minoritas di FFE, sementara kendali mayoritas tetap berada di tangan federasi sepak bola dunia tersebut.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut langkah ini sebagai cara mengubah popularitas Piala Dunia menjadi nilai ekonomi yang lebih luas. "Sebagian dari permainan sepakbola ini telah mengubah popularitas itu menjadi nilai komersial yang luar biasa. Kami merayakan kesuksesan itu dan ingin itu terus berlanjut," ujar Infantino.

Pendapatan Piala Dunia 2026 Tembus Rp269 Triliun

Potensi keuntungan dari bisnis Piala Dunia memang fantastis. FIFA mencatat pendapatan edisi 2026 mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp269 triliun. Angka itu dua kali lipat dari pendapatan Piala Dunia 2022 yang sebesar 7,5 miliar dolar AS.

Infantino menegaskan dana yang diperoleh dari skema ini akan digunakan untuk mendukung program pengembangan sepak bola di negara-negara anggota. "Tugas kami adalah memastikan sepakbola tumbuh bersama. FIFA ada untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan inklusif di setiap sudut dunia," tambahnya.

UEFA Kritik Keras Rencana Komersialisasi

Rencana FIFA ini langsung menuai kritik tajam dari UEFA. Otoritas sepak bola Eropa menilai langkah menjual saham turnamen internasional telah melewati batas kewenangan organisasi sepak bola dunia.

UEFA menyoroti bahwa Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis yang bisa diperjualbelikan. Mereka meminta FIFA lebih transparan terkait pihak yang akan mendapatkan keuntungan dari skema FFE.

Persimpangan Baru Tata Kelola Sepak Bola Global

Dengan nilai bisnis yang terus meroket, FIFA kini berada di persimpangan antara mempertahankan nilai olahraga atau memperluas sisi komersial. Keputusan terkait FFE diperkirakan menjadi salah satu perubahan terbesar dalam tata kelola sepak bola global.

Skema ini juga membuka pertanyaan besar: apakah keuntungan komersial Piala Dunia benar-benar akan kembali ke akar rumput sepak bola dunia, atau justru hanya dinikmati segelintir pemilik modal besar?

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: wartaekonomi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top