LEBAK — Serapan gabah kering panen (GKP) oleh Perum Bulog Cabang Lebak terus berlanjut seiring masuknya masa panen di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Pimpinan Bulog Cabang Lebak Muhammad Syaukani menyebutkan, realisasi penyerapan hingga saat ini mencapai 41.764 ton, melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 37.511 ton.
"Dari GKP sebanyak 41.764 ton itu setara beras di atas 21 ribu ton," kata Syaukani di Lebak, Banten, Kamis.
Pihaknya optimistis penyerapan gabah dari kemitraan Bulog bisa mencapai 100-200 ton per hari selama masa panen Agustus 2026 masih berlangsung. Dengan laju tersebut, stok beras di gudang Bulog Warunggunung, Lebak, tercatat sebanyak 27 ribu ton.
Ketersediaan itu dinilai surplus untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 220.428 warga penerima yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 4.
"Kami berkomitmen untuk menyerap gabah petani guna membantu ekonomi juga untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP)," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Sentral Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Udin, mengungkapkan hasil panen padi awal Agustus 2026 seluas 50 hektare telah ditampung oleh kemitraan Bulog. Produktivitas GKP rata-rata mencapai 5 ton per hektare.
Dengan harga jual Rp6.500 per kilogram, petani yang menjual 4 ton gabah dari setiap hektare lahan bisa memperoleh pendapatan hingga Rp26 juta. "Kami merasa senang usaha pertanian setelah panen ditampung Bulog dengan harga relatif baik dan menguntungkan," kata Udin.
Penyerapan yang melampaui target ini menunjukkan rantai distribusi gabah dari petani ke Bulog berjalan lancar. Selain mengamankan stok pangan nasional, kebijakan HPP yang diterapkan pemerintah juga menjaga daya beli petani di tingkat lokal.