Pemkot Cilegon Targetkan 100 Sekolah Ikut Program Edukasi Pemilahan Sampah, Baru 38 Ribu Siswa Terlibat

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:57:31 WIB
Wali Kota Cilegon Robinsar meninjau pelaksanaan program edukasi pemilahan sampah KOLASE di SDN Sumampir, Rabu.

CILEGON — Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA). Menurutnya, penyelesaian harus dimulai dari hulu, yakni dengan membentuk kebiasaan warga, terutama anak-anak, sejak dini.

“Pengelolaan sampah itu tidak bisa serta-merta begitu saja hilang. Jadi ini dalam rangka meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman kepada anak-anak kita agar tertanam sejak dini,” kata Robinsar di sela-sela peninjauan pelaksanaan program KOLASE di SDN Sumampir, Rabu.

Fokus Pembentukan Karakter, Bukan Sekadar Volume Sampah

Robinsar menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak diukur dari besarnya volume sampah yang berkurang. Target utamanya adalah mengubah perilaku siswa agar tidak membuang sampah sembarangan dan mampu membedakan jenis sampah yang harus dipilah.

“Poin utamanya pendidikan pengelolaan sampah. Meningkatkan kesadaran agar tidak membuang sampah sembarangan, serta tahu mana sampah yang harus dibuang dan mana yang harus dipilah,” tegasnya.

Tabungan Bank Sampah Capai Rp58 Juta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon Sabri Mahyudin memaparkan, antusiasme siswa terhadap program ini sangat positif. Ia mencatat partisipasi yang signifikan sejak program berjalan.

“Selama program ini berlangsung, sampah yang sudah tereduksi mencapai sekitar 35 ton. Tabungan (bank sampah) yang terkumpul sekitar Rp58 juta, dan murid yang terlibat mencapai 38 ribu anak,” ungkap Sabri.

Dari Sekolah ke Rumah, Menekan Volume ke TPA

Sabri berharap edukasi yang didapat anak-anak di sekolah dapat ditularkan kepada orang tua dan keluarga di rumah. Dengan begitu, volume sampah yang dikirim ke TPA bisa ditekan secara signifikan.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Cilegon menggandeng pihak swasta untuk memperluas jangkauan program. Kolaborasi ini juga disiapkan sebagai batu loncatan bagi sekolah-sekolah di Cilegon untuk mengikuti program sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata.

“Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga sekaligus mengedukasi sekolah-sekolah di Kota Cilegon untuk bersiap mengikuti program sekolah berwawasan lingkungan atau Adiwiyata,” pungkas Sabri.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top