CILEGON — Peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Kota Cilegon tidak hanya dimeriahkan dengan upacara dan Pesta Siaga. Momen ini dijadikan pengingat bahwa organisasi kepanduan tersebut adalah proses pendidikan nonformal yang menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan hal itu saat memberikan amanat di Alun-Alun Kota Cilegon, Senin (24/8). Ia mewakili Ketua Mabicab Robinsar dalam upacara peringatan tersebut.
Fajar mengajak seluruh anggota Pramuka memaknai setiap aktivitas kepramukaan sebagai bagian dari proses pendidikan. Ia mencontohkan kegiatan mendirikan tenda yang kerap dianggap melelahkan.
"Gerakan Pramuka itu adalah pembentukan karakter. Kalau adik-adik merasa capek membuat tenda, bayangkan lima, 10 atau 15 tahun yang akan datang," kata Fajar.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda ke depan jauh lebih kompleks. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui Pramuka, seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial, menjadi bekal penting untuk bertahan dan berkembang.
Dalam kesempatan itu, Fajar mengapresiasi para peserta yang hafal Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Dasa Dharma Pramuka. Ia menilai kemampuan tersebut bukan sekadar pencapaian hafalan, melainkan fondasi mental yang jarang dimiliki banyak orang.
"Tidak banyak ASN yang hafal. Ini semestinya menjadi catatan sekaligus kunci bagi kita semua," ujarnya.
Ia menekankan, hafalan nilai-nilai dasar tersebut harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, bukan berhenti pada aspek pengetahuan semata.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah, menambahkan rangkaian HUT ke-65 diisi dengan Pesta Siaga. Kegiatan ini menghadirkan lomba fashion show, puzzle, dan sejumlah keterampilan beregu lainnya yang mengedepankan karakter.
Kwarcab Cilegon juga memberikan penghargaan kepada Kwartir Ranting (Kwaran) terbaik, Satuan Karya (Saka) terbaik, serta anggota Pramuka Garuda. Erza berharap apresiasi ini memicu gairah setiap Kwaran dan Saka untuk lebih aktif di lapangan maupun di media sosial.
"Harapannya setiap Kwaran dan Saka berlomba-lomba untuk aktif, baik media sosial maupun di lapangan. Paling penting untuk menolong dan peduli sesama makhluk hidup," kata Erza.