Untirta dan BP3MI Banten Latih 100 Calon Pekerja Migran Lewat Program SMK Go Global 2026

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:29:03 WIB
calon pekerja migran asal Banten mengikuti pelatihan teknis dan penguatan karakter di Laboratorium Terpadu Untirta, Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Rabu.

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten membekali 100 calon pekerja migran dengan pelatihan teknis dan penguatan karakter di Laboratorium Terpadu Untirta, Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Rabu. Program ini merupakan bagian dari target nasional penyiapan tenaga kerja terampil yang mencapai 40 ribu peserta pada 2026, dengan Provinsi Banten mendapat jatah 1.720 peserta.

SERANG — Sebanyak 100 calon pekerja migran asal Banten memulai pelatihan intensif di Laboratorium Terpadu Untirta, Kampus Sindangsari, Kabupaten Serang, Rabu. Mereka adalah peserta gelombang pertama Program SMK Go Global 2026 yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) bersama Untirta.

Pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental dan kompetensi bahasa asing sebelum para peserta diberangkatkan ke luar negeri.

Bekal Karakter "Jawara" untuk Pesaing Global

Rektor Untirta Fatah Sulaiman menekankan pentingnya nilai-nilai lokal dalam membentuk tenaga kerja profesional. Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga ditanamkan semangat nasionalisme dan karakter khas Banten.

"Untirta siap mendidik para calon pekerja migran dengan karakter, semangat nasionalisme yang tinggi, dan tambahan penguatan karakter Jawara, yakni Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel," kata Fatah usai membuka pelatihan.

Fasilitas Simulasi Produksi hingga Mesin CNC

Untuk menunjang program tersebut, Untirta menyediakan fasilitas pembelajaran yang menyerupai kondisi industri nyata. Peserta dapat berlatih di sarana simulasi proses produksi, pengelasan konvensional dan digital, serta menggunakan mesin CNC.

Selain itu, kampus juga memfasilitasi teknologi cetak tiga dimensi (3D) dan ruang penguatan bahasa asing yang didampingi instruktur ahli. Fasilitas ini diharapkan membuat para calon pekerja migran lebih siap beradaptasi dengan teknologi di negara penempatan.

Target Nasional 500 Ribu Tenaga Kerja Terampil

Kepala BP3MI Banten Ponco Indriyo mengungkapkan, Program SMK Go Global merupakan strategi pemerintah untuk menyiapkan hingga 500 ribu tenaga kerja terampil secara bertahap. Pada 2026, target nasional ditetapkan sebanyak 40 ribu peserta.

"Pada gelombang pertama di Untirta ini, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan sebagai penguatan kompetensi sebelum berangkat ke luar negeri," ungkap Ponco.

Target Banten 1.720 Peserta Sepanjang 2026

Provinsi Banten memperoleh target 1.720 peserta untuk program ini sepanjang 2026. Pelatihan di Untirta menjadi langkah awal dari serangkaian program yang akan berlangsung di berbagai daerah.

Ponco berharap para peserta dapat menyerap seluruh ilmu dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan sebaik-baiknya sebagai bekal utama beradaptasi di negara penempatan.

"Jangan hanya menjadi tenaga kerja yang siap bekerja, tetapi jadilah tenaga kerja Indonesia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global," ujarnya.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top