Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Banten, mengintegrasikan tiga layanan kesehatan sekaligus dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang menyasar lebih dari 300 ribu siswa. Layanan yang digabungkan mencakup imunisasi, cek kesehatan dan gizi, serta skrining tuberkulosis (TBC). Integrasi ini dilakukan pada Agustus 2026 untuk memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi para peserta didik.
SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Banten, memastikan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026 berjalan lebih efisien dengan menggabungkan tiga layanan kesehatan dalam satu kunjungan ke sekolah. Langkah ini menyasar lebih dari 300 ribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal mengatakan, penggabungan layanan ini dilakukan agar anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh dalam satu waktu. "Tiga kegiatan ini digabungkan pelaksanaannya agar lebih efisien dan anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan secara menyeluruh," kata Efrizal di Serang, Rabu.
Fokus Layanan: Imunisasi, Deteksi Dini, dan Cegah TBC
Fokus utama layanan ini adalah pemberian imunisasi campak-rubella dan Human Papillomavirus (HPV). Selain itu, petugas kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan status gizi siswa sebagai langkah deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang mungkin dialami para pelajar.
Skrining tuberkulosis (TBC) sengaja ditambahkan dalam paket layanan ini. Efrizal menyebut langkah preventif ini krusial untuk mencegah penularan yang lebih luas di lingkungan sekolah, mengingat angka kasus TBC di Indonesia yang masih relatif tinggi.
Anak Demam atau Sakit Berat Diminta Tunda Imunisasi
Meski layanan ini penting, Dinkes Kabupaten Serang tetap menerapkan prosedur kehati-hatian. Anak yang sedang mengalami demam di atas 38,5 derajat Celsius, menderita sakit berat, atau memiliki riwayat alergi berat disarankan untuk menunda imunisasi.
Para siswa dengan kondisi tersebut diarahkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan yang berjaga di lokasi. Pelaksanaan program terpadu ini juga disesuaikan dengan jadwal di masing-masing sekolah agar berjalan tertib.
Dinkes Minta Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Dinkes Kabupaten Serang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif demi kelancaran program perlindungan kesehatan ini. Pihak sekolah dan orang tua diminta mendukung kelancaran layanan kesehatan yang diselenggarakan di lingkungan pendidikan.
"Kami mengimbau pihak sekolah dan para orang tua untuk tetap mendukung program ini demi menjaga kesehatan anak, yang pasti juga akan berdampak pada peningkatan prestasi mereka di sekolah," ujar Efrizal.