Jaksinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Tiket Nonton Mulai Rp15 Ribu

Penulis: Oman Sudirman  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:30:03 WIB
Warga mengantre membeli tiket Jaksinema di Tower 3 Rusun Pasar Rumput, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

BANTEN — Kehadiran Jaksinema di Tower 3 Rusun Pasar Rumput langsung disambut antusias penghuni. Salah satunya Aryadita (27), yang mengaku senang karena fasilitas hiburan sekelas bioskop kini bisa dijangkau dengan biaya lebih ringan dibanding bioskop komersial di mal.

"Pastinya seneng, karena memudahkan warga yang ingin mendapatkan hiburan tontonan sekelas bioskop besar, apalagi dengan harga yang lebih terjangkau," kata Aryadita, Rabu (26/8/2026).

Bioskop Satu Studio dengan Pembayaran QRIS

Jaksinema Pasar Rumput diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Senin (24/8/2026). Bioskop ini punya satu studio berkapasitas 43 kursi dan terhubung langsung dengan area Jakmart.

Pembelian tiket dilakukan melalui mesin tiket yang terintegrasi dengan pembayaran QRIS. Sistem ini mempermudah warga yang ingin nonton tanpa perlu antre di loket konvensional.

Strategi Jakarta Kota Sinema dan Industri Kreatif

Rano menegaskan Jaksinema bukan sekadar proyek hiburan murah. Fasilitas ini menjadi bagian dari visi Jakarta Kota Sinema untuk mendekatkan ruang pemutaran film nasional ke kawasan permukiman.

"Ini melengkapi ikhtiar terwujudnya visi Jakarta Kota Cinema, dengan menghadirkan bioskop mini yang memutar film-film Indonesia," ujar Rano.

Menurutnya, semakin mudah warga mengakses bioskop, semakin besar peluang ekosistem film dan subsektor ekonomi kreatif lain untuk bertumbuh. "Saya optimistis penguatan seperti ini akan turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta," tambahnya.

Minat Film Indonesia Sedang Tinggi

Langkah ini beriringan dengan tren positif perfilman nasional. Data Cinepoint dan pelacakan film nasional yang disampaikan Pemprov DKI mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2026 ada sekitar 93 film Indonesia tayang dengan total penonton 40.711.772 orang. Pangsa penonton film nasional tahun ini bahkan mencapai 67 persen.

Rano menilai antusiasme tersebut harus diimbangi dengan ruang pemutaran yang mudah dijangkau. "Karena itu, Jaksinema hadir lebih dekat kepada warga dan memberikan harga terjangkau," katanya.

Dukungan Pemprov untuk Ekosistem Perfilman

Jaksinema melengkapi kebijakan lain yang sudah berjalan. Pada Juni 2026, Jakarta Film Commission diluncurkan untuk memfasilitasi produksi film dan audiovisual di ibu kota. Ada juga platform Filming in Jakarta yang menyatukan layanan informasi lokasi hingga perizinan produksi.

Dari sisi insentif, pemerintah memberikan pengurangan pokok Pajak Barang dan Jasa Tertentu sebesar 50 persen bagi tontonan film nasional lewat Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026. Kebijakan ini bergerak dari sisi produksi, sementara Jaksinema menjangkau akses penonton.

Rencana Ekspansi ke Rusun dan Pasar Lain

Rano berharap model bioskop mini ini bisa direplikasi di rumah susun lain. "Mudah-mudahan Jaksinema ada di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapat tempat hiburan dan bisa menyalurkan bakat karena saya yakin di rusun banyak anak muda berbakat," ujarnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan Widyanto menyebut Jaksinema sebagai model bisnis baru yang akan dikembangkan di berbagai pasar melalui kerja sama dengan Layar Digi. "Semoga ini bisa menjadi salah satu upaya diversifikasi bisnis kami, menghadirkan ruang hiburan yang terjangkau bagi masyarakat," kata Agus.

Dengan hadirnya bioskop di lingkungan rusun, film Indonesia tidak hanya didorong untuk diproduksi di Jakarta, tetapi juga diapresiasi langsung oleh warga yang selama ini sulit mengakses bioskop komersial.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: news.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top