TANGERANG — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang mencatatkan lonjakan signifikan. Dari data Dinas Kesehatan setempat, total pemeriksaan mencapai 1.755.000 orang hingga awal September, menembus pagu awal yang dicanangkan untuk 1,6 juta jiwa.
Gubernur Banten Andra Soni yang meninjau langsung lokasi pemeriksaan di Gedung Kitri Bakti, Curug, Kamis (3/9/2026), menyebut capaian ini bukan sekadar angka. Ia mengaitkannya dengan meningkatnya kesadaran warga untuk memeriksakan kondisi tubuh secara rutin.
“Saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kabupaten Tangerang atas pencapaian CKG yang sudah melampaui target,” kata Andra dalam keterangannya.
Meski kabupaten ini menuai sukses, pekerjaan rumah di tingkat provinsi masih besar. Andra memaparkan, dari total 12,9 juta penduduk Banten, baru sekitar 6,6 juta yang mengecek kesehatannya. Artinya, masih ada selisih jutaan orang yang belum tersentuh layanan ini.
“Jadi, capaian kita sampai dengan hari ini sudah kurang lebih 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten. Jadi sudah sebagian warga Banten yang diperiksakan kesehatannya,” ujarnya.
Pemprov Banten pun mendorong strategi baru. Jika selama ini warga datang ke fasilitas kesehatan, ke depan petugas akan lebih gencar melakukan penjangkauan langsung ke permukiman.
Di Kabupaten Tangerang, skrining massal digelar setiap Senin dan Kamis. Dalam sepekan, rata-rata ada dua hingga tiga titik pemeriksaan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Layanan diberikan secara langsung di puskesmas maupun metode jemput bola.
Peserta tidak hanya dicek tensi dan gula darah. Ada pula konsultasi keluhan kesehatan serta pemeriksaan paru-paru untuk deteksi dini tuberkulosis (TBC). Berikut layanan yang disediakan dalam program ini:
Pemkab Tangerang menambah porsi skrining paru-paru dalam pelaksanaan CKG. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, sudah ada 80 orang yang terdaftar mengikuti pemeriksaan lanjutan ini.
Bupati Maesyal tidak menampik bahwa capaian ini buah dari kerja kolektif jajaran dinas. Pihaknya mengerahkan tenaga kesehatan tidak hanya di puskesmas dan rumah sakit, tetapi juga menyasar institusi pendidikan.
“Alhamdulillah, berkat Kepala Dinas Kesehatan bersama dengan petugas kesehatan, baik di puskesmas, rumah sakit, atau di sekolah-sekolah melalui jemput bola, semuanya sudah bergerak,” jelas Maesyal.
Ia menambahkan, penanganan dini terhadap penyakit seperti TBC menjadi prioritas. Jika ditemukan kasus, penanganan akan segera dilakukan agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar.
“Sekarang sudah ada 80 orang yang terdaftar untuk pemeriksaan paru-paru. Ini berkat Pak Gubernur, kita semua sosialisasi bahwa ditemukannya misalkan ada pengidap atau penyakit TBC, itu lebih baik kita segera mengobatinya,” tuturnya.
Di lokasi peninjauan, Nur Asiah (46), warga Kecamatan Cikupa, mengaku terbantu oleh kehadiran program ini. Ia sengaja datang untuk memastikan kondisi persendiannya yang kerap terasa nyeri seiring bertambahnya usia.
“Alhamdulillah, kami dipermudah. Tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit, cek kesehatan dasar bisa dilakukan di sini secara gratis,” ujar Nur saat ditemui usai menjalani pemeriksaan.