CIPUTAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda wilayah Provinsi Banten dalam lima hari ke depan. Berdasarkan hasil analisis terbaru, cuaca buruk ini mencakup hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Fenomena tersebut diperkirakan bakal disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah titik. BMKG meminta masyarakat serta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat perubahan cuaca yang mendadak.
Dampak Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana Hidrometeorologi
Petugas Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II telah melakukan pengukuran rutin di Kantor BMKG Regional II Banten, Ciputat, Tangerang Selatan. Salah satu parameternya adalah pengukuran jumlah penguapan air dalam 24 jam menggunakan panci penguapan pada Senin (4/5).
Hasil pemantauan menunjukkan adanya dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di hampir seluruh wilayah Banten. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya potensi banjir, tanah longsor di daerah perbukitan, hingga pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi drainase di lingkungan sekitar dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan lebat berlangsung. Langkah mitigasi mandiri dianggap krusial untuk menekan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
Peringatan Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Selatan
Selain ancaman di daratan, BMKG menyoroti kondisi perairan di wilayah barat dan selatan Banten yang cukup mengkhawatirkan. Gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sunda bagian barat Pandeglang.
Kondisi serupa diprediksi melanda perairan selatan Pandeglang dan perairan selatan Lebak dalam periode yang sama. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi aktivitas kelautan, terutama bagi nelayan tradisional dan operator jasa penyeberangan.
Para pelaku kegiatan laut diminta memperhatikan keselamatan pelayaran dan tidak memaksakan diri melaut jika kondisi cuaca memburuk. Koordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten/kota terus diperkuat untuk memantau titik-titik rawan bencana di sepanjang garis pantai Banten.