BANDUNG — Pendaftaran Sekolah Maung Jawa Barat 2026 hanya berlangsung empat hari, yakni 25 hingga 29 Mei. Berbeda dengan SPMB sekolah lainnya, pendaftaran sekolah unggulan ini sengaja dibuka lebih awal. Sebelum itu, siswa wajib membuat akun pada 18-22 Mei 2026 melalui laman resmi https://maung.spmb.jabarprov.go.id.
Tiga Jalur Seleksi dengan Kuota Berbeda
Sekolah Maung menyediakan tiga jalur penerimaan. Jalur potensi akademik mendapat kuota paling kecil, yakni 10 persen. Jalur kompetensi akademik menjadi yang terbesar dengan porsi 70 persen, disusul jalur kompetensi nonakademik sebesar 20 persen. Ketiga jalur ini dirancang untuk menjaring siswa berprestasi dari berbagai bidang.
Dokumen yang Harus Disiapkan Calon Siswa
Pendaftar wajib menyertakan sejumlah dokumen prestasi. Siswa bisa mulai menyisir rapor atau dokumen hasil belajar, sertifikat piagam kejuaraan di bidang akademik atau nonakademik, serta portofolio karya. Semua dokumen ini akan menjadi bahan penilaian utama dalam seleksi.
Selain itu, calon peserta didik harus sudah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar pada April lalu. Sertifikat hasil TKA juga wajib dilampirkan saat mendaftar. Tanpa bukti TKA, pendaftaran tidak bisa diproses.
Syarat Umum dan Khusus Pendaftaran
Pendaftar adalah lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya, dengan usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026. Mereka juga harus telah menetap di kota atau kabupaten di Jawa Barat minimal satu tahun, dibuktikan dengan kartu keluarga (KK) dan KTP.
Persyaratan khusus lainnya adalah surat rekomendasi dari sekolah asal yang menyatakan calon murid berprestasi dan berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Rekomendasi ini menjadi syarat mutlak yang membedakan Sekolah Maung dengan sekolah reguler.
Jadwal Seleksi dan Daftar 41 Sekolah Maung
Setelah pendaftaran ditutup pada 29 Mei, pengumuman siswa terpilih akan dilakukan pada 8 Juni 2026. Daftar ulang dijadwalkan pada 9-10 Juni 2026. Sekolah Maung tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, mulai dari SMAN 2 Cibinong, SMAN 3 Bandung, SMAN 1 Tasikmalaya, hingga SMKN 1 Pangandaran dan SMKN 1 Tajug Gede Purwakarta yang masih dalam proses pendirian.