CILEGON — Deretan penghargaan yang diterima Dinkes Kota Cilegon pada puncak peringatan HKN ke-60 pekan lalu menjadi bukti nyata transformasi layanan kesehatan di kota industri ini. Tidak hanya sekadar seremonial, raihan ini mencerminkan kerja keras jajaran tenaga kesehatan dan efektivitas kebijakan yang diterapkan.
Penghargaan Apa Saja yang Diraih?
Dari 22 penghargaan yang diboyong, beberapa di antaranya merupakan kategori prestisius di tingkat provinsi maupun nasional. Penghargaan tersebut mencakup inovasi pelayanan, capaian universal health coverage (UHC), serta keberhasilan program penurunan stunting.
Kepala Dinkes Kota Cilegon menyebutkan bahwa penghargaan ini adalah hasil kolaborasi seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayah Cilegon. "Ini adalah kerja tim, bukan kerja individu," ujarnya dalam keterangan resmi.
Mengapa Capaian Ini Penting bagi Warga Cilegon?
Bagi warga Kota Cilegon, penghargaan ini bukan sekadar pajangan di dinding kantor dinas. Lebih dari itu, indikator penilaian yang digunakan oleh pemerintah pusat dalam pemberian penghargaan HKN berhubungan langsung dengan kualitas layanan yang diterima masyarakat setiap hari.
Misalnya, capaian UHC yang diakui menandakan bahwa sebagian besar warga Cilegon sudah memiliki jaminan kesehatan. Sementara itu, penghargaan di bidang penurunan stunting menunjukkan bahwa intervensi gizi di tingkat posyandu dan kelurahan berjalan efektif.
Apa Langkah Dinkes Cilegon Selanjutnya?
Meski telah mengantongi puluhan penghargaan, Dinkes Kota Cilegon tidak berencana berpuas diri. Pihaknya menargetkan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di setiap kecamatan.
"Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Kami akan fokus pada digitalisasi layanan dan pemerataan akses kesehatan di wilayah pinggiran," tambah Kepala Dinkes.
Dengan pencapaian ini, Kota Cilegon menempatkan diri sebagai salah satu daerah dengan sistem kesehatan terbaik di Provinsi Banten. Publik pun menantikan apakah tren positif ini bisa berlanjut hingga tahun depan.