Pencarian

Grebeg Suro 1 Muharam 1448 H Digelar IKG di Parkiran Mal Ciputra CitraRaya Tangerang, Ada Wayang Semalam Suntuk

Senin, 25 Mei 2026 • 11:52:46 WIB
Grebeg Suro 1 Muharam 1448 H Digelar IKG di Parkiran Mal Ciputra CitraRaya Tangerang, Ada Wayang Semalam Suntuk
Ratusan warga diaspora Gunungkidul memadati Parkir Utara Mal Ciputra CitraRaya untuk Grebeg Suro 1 Muharam 1448 H.

TANGERANG — Ratusan warga diaspora Gunungkidul di Tangerang Raya dipastikan akan memadati area Parkir Utara Mal Ciputra CitraRaya pada 15 Juni 2026. Mereka akan menggelar Grebeg Suro, sebuah tradisi tahunan yang memadukan unsur religi, sosial, dan pesta rakyat untuk menyambut datangnya 1 Muharam 1448 Hijriah.

Wayang Kulit Semalam Suntuk dan Dalang Cilik dari Gunungkidul

Ketua panitia penyelenggara, Riyadi, mengungkapkan bahwa puncak acara akan dimeriahkan oleh pagelaran wayang kulit yang berlangsung semalam suntuk. Panggung pertunjukan akan menghadirkan dalang cilik asal Gunungkidul, Ki Yusuf Anshor atau Muhamad Yusuf Anshor Khoirudin.

"Untuk tahun 2026 ini, kita gelar di CitraRaya Tangerang, tepatnya di Area Parkir Utara Mal Ciputra CitraRaya. Tahun sebelumnya, kita gelar di Ciledug Kota Tangerang," ujar Suyanto, Ketua IKG.

Bazar UMKM dan Ritual Penjamasan Benda Pusaka

Selain pertunjukan seni, Grebeg Suro tahun ini juga akan dimeriahkan oleh bazar kuliner yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pengunjung dapat mencicipi aneka makanan khas Gunungkidul yang jarang ditemui di perantauan.

Dalam rangkaian acara tersebut, panitia juga akan menggelar ritual penjamasan atau jamasan benda pusaka. Tradisi ini merupakan prosesi membersihkan dan menyucikan benda-benda pusaka—seperti keris atau tombak—menggunakan air kembang dan minyak khusus sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

Melestarikan Identitas Jawa di Tengah Urbanisasi

Ketua IKG Suyanto menjelaskan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar seremoni tahunan bagi masyarakat urban asal Gunungkidul di perantauan. Tradisi yang sama juga digelar secara serentak di daerah asal, yaitu Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya tradisional yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Jawa," jelas Suyanto. Ia berharap generasi muda yang lahir dan besar di Tangerang tetap mengenal akar budaya leluhurnya.

Bagikan
Sumber: jejakkata.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks