TANGERANG — Dua ekor sapi kurban yang terlepas dalam dua peristiwa terpisah di Kota Tangerang, Banten, berhasil dievakuasi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tanpa menimbulkan korban jiwa. Satu sapi dilaporkan lari ke area pergudangan di Kecamatan Tangerang, sementara satu lainnya tercebur ke gorong-gorong di Kecamatan Neglasari.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengonfirmasi kedua proses evakuasi berlangsung lancar. Personel pemadam kebakaran dan penyelamatan diterjunkan setelah menerima laporan dari warga melalui layanan pengaduan 112.
Kejadian Pertama: Sapi Lari ke Pergudangan VIVO
Peristiwa pertama terjadi di Jalan LP Wanita, RT 01/RW 13, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang. BPBD menerima laporan pada pukul 09.15 WIB terkait sapi kurban yang terlepas saat hendak disembelih.
Menurut Mahdiar, tali pengikat sapi tersebut putus sehingga hewan itu lari. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan menjebak sapi di area pergudangan VIVO.
“Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk melakukan penanganan hingga sapi berhasil dievakuasi dengan aman,” ujar Mahdiar dalam keterangan yang diterima ANTARA.
Dalam operasi itu, BPBD menerjunkan satu unit Rangga, satu unit Rangga Mako, serta gabungan personel dari UPT Damkar Cibodas, Pos Belendung, dan Mako.
Kejadian Kedua: Sapi Tercebur Gorong-gorong di Neglasari
Kejadian kedua berlangsung di Jalan Batu Panjang, depan Pergudangan Duta Indah Star Hub, RT 03/RW 05, Kelurahan Batusari, Kecamatan Neglasari. Seekor sapi dilaporkan tercebur ke gorong-gorong sekitar pukul 13.33 WIB.
Petugas dari Pos Belendung langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi menggunakan peralatan tali dan tripod. “Evakuasi berjalan lancar. Sapi berhasil diangkat dari gorong-gorong dan dikembalikan dalam kondisi selamat,” kata Mahdiar.
BPBD menerjunkan satu unit mobil Panther dan tiga personel penyelamatan dalam operasi tersebut.
Imbauan BPBD: Periksa Tali Pengikat Sebelum Penyembelihan
Mahdiar mengimbau masyarakat agar memastikan kondisi tali pengikat hewan kurban dalam keadaan kuat dan aman, terutama menjelang proses penyembelihan. “Keselamatan masyarakat dan hewan kurban harus sama-sama diperhatikan. Pastikan pengamanan hewan dilakukan dengan baik dan melibatkan petugas jika dibutuhkan,” pungkasnya.