TANGERANG — Sebanyak 80 ekor sapi kurban disalurkan Pengurus Besar (PB) Jatma Aswaja ke sejumlah daerah, mulai dari Pekalongan, Cirebon, Yogyakarta, hingga Lombok. Pembagian hewan kurban ini menjadi bagian dari syiar bahwa jalan spiritual harus berjalan seiring dengan penguatan solidaritas sosial dan kemanusiaan.
Spirit Thariqah: Bukan Sekadar Dzikir, Tapi Juga Kepedulian Sosial
Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, KH. Helmy Faishal Zaini mengatakan tradisi thariqah yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat tidak hanya berbicara soal dzikir dan ritual spiritual. Menurutnya, organisasi juga harus hadir untuk berpihak kepada umat kecil yang masih merasakan dampak tekanan ekonomi.
"PB Jatma Aswaja ingin hadir bukan untuk meminta, tetapi memberi. Memberi manfaat, memberi perhatian, dan membantu kebutuhan masyarakat. Spirit kurban mengajarkan bahwa keberagaman harus melahirkan kepedulian sosial," ujar Gus Helmy dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Rabu.
Habib Luthfi Ingatkan Jatma Aswaja Harus Jadi Organisasi yang Memberi
Rais ‘Am PB Jatma Aswaja, Habib Luthfi bin Yahya, secara langsung menyalurkan hewan kurban di sejumlah titik. Ia kerap mengingatkan bahwa Jatma Aswaja harus menjadi organisasi yang selalu memberi, bukan yang meminta. Pesan ini menjadi fondasi gerakan sosial yang dijalankan organisasi pada momentum Idul Adha tahun ini.
Bagi PB Jatma Aswaja, Idul Adha menjadi pengingat bahwa spiritualitas sejati tidak cukup diwujudkan melalui ibadah personal. Dibutuhkan tindakan nyata yang menghadirkan manfaat sosial di tengah masyarakat.
Tekanan Ekonomi Jadi Alasan Penguatan Solidaritas
Pembagian 80 hewan kurban ini juga menjadi respons atas kondisi ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat. PB Jatma Aswaja menilai penting untuk terus menghadirkan gerakan sosial yang konkret dan menyentuh kebutuhan dasar warga.
"Dengan semangat itu, Jatma Aswaja terus berkomitmen menghadirkan gerakan keumatan yang tidak hanya kuat secara rohani, tetapi juga hadir membantu kebutuhan masyarakat luas," kata Gus Helmy.