LEBAK — Produksi gula aren asal Kabupaten Lebak, Banten, kini resmi masuk ke jalur pemasaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Plt Kepala Bapperida Lebak Widy Ferdian menyebut delapan koperasi di enam kecamatan telah menjual gula aren hasil perajin lokal.
"Kita berharap produksi gula aren berbasis pangan lokal menjadikan andalan ekonomi masyarakat," kata Widy di Lebak, Jumat.
Koperasi Mana Saja yang Sudah Menjual Gula Aren?
Widy merinci delapan titik pemasaran yang sudah aktif. Di tingkat desa, produk gula aren tersedia di KDMP Girimukti (Kecamatan Cilograng), KDMP Luhur Jaya (Cipanas), KDMP Panancangan (Cibadak), KDMP Sumurbandung (Cikulur), KDMP Selaraja (Warunggunung), dan KDMP Serageni (Cimarga). Sementara di tingkat kelurahan, masuk ke KKMP Muara Ciujung Timur dan KKMP Muara Ciujung Barat, keduanya di Kecamatan Rangkasbitung.
Berapa Omzet dan Jumlah Perajinnya?
Data Bapperida Lebak mencatat, saat ini terdapat sekitar 6.000 perajin gula aren yang tersebar di berbagai wilayah. Omzet dari usaha ini mencapai Rp 96,65 miliar per tahun. Angka ini menunjukkan gula aren menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang menopang pendapatan ribuan keluarga.
Target Ekspansi ke 399 Koperasi Desa
Pemerintah daerah menargetkan produk gula aren bisa merambah ke 399 KDMP dan 5 KKMP yang tersebar di seluruh Kabupaten Lebak. Selama ini, permintaan dari koperasi yang sudah berjalan dinilai cukup tinggi dan berkontribusi langsung terhadap pendapatan masyarakat.
"Kami berharap ke depannya produksi gula aren dipasarkan di 399 KDMP dan 5 KKMP," ujar Widy.
Dukungan Sertifikasi dan Ajang Promosi UMKM
Untuk memperkuat daya saing, Kementerian Hukum (Kemenkum) memfasilitasi sertifikasi produk gula aren yang dipasarkan di koperasi-koperasi tersebut. Selain itu, sejumlah UMKM unggulan Lebak akan diikutsertakan dalam event "Jawara UMKM Banten" yang digelar pada 31 Juli 2026 mendatang.
Produk yang akan tampil di ajang itu antara lain Gula Aren "Andi", Aneka Snack "Mama Okto", Ikan Olahan "Mak Bedah", Emping "Eka Putri Warunggunung", dan Kopi "Cigemblong". Widy menyebut event ini khusus untuk kuliner UMKM Lebak dan diharapkan mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru.
Potensi Ekspor dan Pasar Luar Daerah
Widy menambahkan, pengembangan usaha gula aren di Lebak sudah berlangsung puluhan tahun berkat melimpahnya bahan baku pohon aren. Hasil produksi tidak hanya dipasok ke pasar lokal Banten, tetapi juga ke DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga menembus pasar ekspor.
"Kami minta pelaku UMKM gula aren dapat meningkatkan kualitas dan mutu, sehingga bisa bersaing pasar, sehingga menjadikan sumber ekonomi masyarakat dan komoditas unggulan daerah," katanya.