TANGERANG — Ratusan personel lapangan serta kendaraan operasional milik PLN UP3 Serpong menjalani pemeriksaan ketat dalam apel siaga yang digelar di halaman kantor. Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar kelengkapan alat pelindung diri (APD), tetapi juga mencakup kondisi kendaraan, alat kerja, hingga dokumen administrasi pekerjaan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PLN, pengawas pekerjaan, perwakilan mitra kerja jasa konstruksi, petugas pelayanan teknik, dan seluruh personel yang bertugas di proyek konstruksi serta pemeliharaan jaringan listrik.
Mengapa Pemeriksaan Ini Dianggap Krusial?
Manager PLN UP3 Serpong, Beny Indra Praja, menegaskan bahwa tidak ada pekerjaan yang lebih penting dibandingkan keselamatan jiwa manusia. Ia memerintahkan seluruh personel untuk bekerja sesuai prosedur operasional standar (SOP), menggunakan APD secara lengkap, serta menjaga disiplin tinggi di setiap tahapan pekerjaan.
"Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Tidak ada pekerjaan yang lebih penting daripada keselamatan jiwa manusia. Seluruh personel wajib bekerja sesuai SOP, menggunakan APD lengkap, menjaga disiplin kerja, dan memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan dengan aman, profesional, dan berkualitas," ujar Beny dalam keterangannya.
Komitmen Berjenjang dari Manajemen hingga Mitra Kerja
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menambahkan bahwa penerapan budaya K3 secara disiplin menjadi kunci dalam menjaga kualitas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. Menurutnya, setiap pekerjaan kelistrikan memiliki risiko yang harus dimitigasi sejak awal.
"Dengan kesiapan pasukan, peralatan yang memadai, serta pengawasan yang konsisten, PLN optimistis mampu menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif," ungkap Joharifin.
Apel pasukan ini, lanjutnya, bukan sekadar agenda seremonial rutin. Kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen berkelanjutan antara PLN dan seluruh mitra kerja untuk membangun budaya K3 yang konsisten.
Pengingat bagi Petugas agar Tak Lengah
Salah satu perwakilan pelaksana jasa konstruksi, Rizky Maulana (39), mengakui bahwa kegiatan semacam ini menjadi pengingat penting bagi seluruh petugas di lapangan. Ia menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dipegang teguh sebelum memulai pekerjaan.
"Dengan adanya kegiatan ini kami semakin diingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kesiapan personel, kelengkapan APD, dan kepatuhan terhadap SOP menjadi hal utama sebelum pekerjaan dilakukan di lapangan," katanya.
Melalui sinergi yang diperkuat dalam apel tersebut, PLN UP3 Serpong berharap setiap pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan jaringan dapat berjalan lebih efektif, aman, dan sesuai standar operasional perusahaan. Target utamanya adalah menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan di wilayah Serpong dan sekitarnya.