SERANG — Enam bidang pelatihan yang dibuka antara lain juru las GMAW, juru las SMAW, bahasa Jepang, kecantikan kulit, pengoperasian menjahit, dan TIK advance office operator. Masing-masing program diikuti oleh 16 peserta.
Kepala Disnakertrans Provinsi Banten Septo Kalnadi mengatakan, pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri. "Dengan SDM yang terampil dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, maka akan memudahkan para pencari kerja terutama yang usia produktif, untuk bisa diterima di dunia usaha atau industri, bahkan bisa juga berwirausaha," ujarnya di Serang, Selasa.
Target 600 Peserta Sepanjang 2026
Septo menjelaskan, total kuota pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) pada 2026 mencapai sekitar 600 orang yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten. Jumlah tersebut belum termasuk program dari kabupaten/kota dan pemerintah pusat.
"Gelombang pertama ini dengan sumber anggaran dari APBD Banten pesertanya sebanyak 96 orang," kata Septo. Tahun sebelumnya, Disnakertrans Banten menyelenggarakan tiga angkatan dengan masing-masing 200 peserta.
13 Kejuruan Tersedia, Proses Registrasi Ulang Berjalan
Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Banten Mohamad Bayuni menambahkan, saat ini peserta yang lolos seleksi tengah menjalani proses registrasi ulang. "Jumlah siswa yang lolos seleksi dan akan mulai mengikuti pelatihan pada 1 Juli sebanyak 96 orang, terbagi dalam enam bidang pelatihan," kata Bayuni.
Secara keseluruhan, Disnakertrans Banten menyediakan 13 kejuruan yang bisa dipilih dalam program pelatihan kerja ini. Pelatihan akan berlangsung di kantor UPTD Latker Provinsi Banten.