Fenomena sinar api yang terlihat dari puncak kawah GAK ini menjadi sinyalemen bagi masyarakat pesisir, khususnya yang beraktivitas sebagai nelayan atau wisatawan di sekitar Selat Sunda. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menunjukkan gunung setinggi 157 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu masih berada pada status Level II atau waspada.
Rekaman Gempa dan Visual yang Perlu Diwaspadai
Sepanjang 24 jam pengamatan, PVMBG mencatat 35 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,9 hingga 35,6 milimeter dan durasi mencapai 59 detik. Selain itu, terekam 33 kali gempa hybrid atau fase banyak yang menunjukkan pergerakan fluida dan tekanan di dalam tubuh gunung.
Tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo dominan 1 milimeter. Kombinasi aktivitas ini kerap menjadi prekursor sebelum terjadi perubahan aktivitas yang lebih besar, meskipun secara visual asap kawah masih bertekanan lemah berwarna putih setinggi 10 hingga 200 meter.
Cuaca dan Angin: Faktor Risiko bagi Nelayan
Meteorologi di kawasan GAK bervariasi dari cerah hingga hujan dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut. Suhu udara berkisar antara 27,2 hingga 31,3 derajat Celcius. Kondisi ini membuat jarak pandang dari pos pengamatan kerap terhalang kabut tipis hingga sedang.
Bagi nelayan yang melaut di sekitar perairan Lampung Selatan dan perairan Pandeglang, rekomendasi resmi dari PVMBG melarang aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Ombak laut yang tenang tidak lantas menjamin keamanan jika tiba-tiba terjadi letusan freatik atau lontaran material pijar.
Masyarakat Diimbau Tidak Terbiasa dengan Aktivitas Rutin
Sebagian warga di Pandeglang Selatan mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas GAK yang naik-turun. Namun, data kegempaan menunjukkan tren yang perlu dicermati. "Jangan sampai rasa biasa saja berujung pada kelengahan saat terjadi erupsi tiba-tiba," ujar petugas Pos Pengamatan GAK dalam laporannya.
Rekomendasi tegas juga berlaku bagi pendaki dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah aktif. Pelanggaran terhadap radius bahaya ini tidak hanya membahayakan jiwa, tetapi juga menyulitkan tim evakuasi jika terjadi insiden.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Sekitar?
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. Jalur evakuasi dan tempat pengungsian di desa-desa rawan bencana di pesisir Pandeglang dan Lampung Selatan sebaiknya dipahami kembali oleh setiap kepala keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas kegempaan masih terus terekam secara real-time oleh alat seismograf di Pos Pengamatan GAK. Peningkatan durasi dan amplitudo gempa menjadi indikator utama yang akan menentukan apakah status waspada akan dinaikkan atau tetap bertahan.