JAKARTA — Program Rumah Gizi Rawajaya di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawajaya, Pondok Kopi, kini memasuki babak baru. Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma resmi meneken dua PKS sekaligus untuk periode 2026–2029 bersama Kelurahan Pondok Kopi dan Kelompok Rumah Gizi Rawajaya.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh AFT Manager Halim Perdanakusuma, Irine Yuliana, bersama Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, serta Ketua Kelompok Rumah Gizi Rawajaya, Akhmad Sokari. Program ini menjadi bukti sinergi antara BUMN, pemerintah kelurahan, dan warga dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Urban Farming di Lahan Sempit, Hasilnya Nyata
Sejak awal 2026, lahan di RPTRA Rawajaya disulap menjadi kawasan produktif. Dua puluh warga binaan membudidayakan aneka sayuran seperti pakcoy, caisim, cabai rawit, dan melon. Tak hanya tanaman, kolam-kolam kecil juga diisi benih ikan lele dan nila.
Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, mengapresiasi langkah Pertamina yang tidak sekadar memberikan bantuan, tapi membangun ekosistem kemandirian. "Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga," ujarnya dalam keterangan resmi.
Target Jangka Panjang: Tanpa Kelaparan dan Ekonomi Tumbuh
Program Rumah Gizi Rawajaya dirancang untuk mendukung dua poin Sustainable Development Goals (SDGs): poin 2 Tanpa Kelaparan dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pertamina menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan proyek musiman, melainkan program berkelanjutan yang diperpanjang hingga empat tahun ke depan.
Irine Yuliana, AFT Manager Halim Perdanakusuma, menekankan bahwa pemberdayaan adalah inti dari program ini. "Melalui Program Rumah Gizi Rawajaya, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga," kata Irine.
Sinergi Tiga Pilar: Pemerintah, BUMN, dan Warga
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Dila Amanda Kenniza, menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi erat. "Dengan sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat, kami optimistis program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Pondok Kopi," ujar Dila.
Ke depan, kelompok tani urban di Pondok Kopi diharapkan bisa mandiri secara ekonomi. Hasil panen sayur dan ikan tak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga berpotensi dijual ke warga sekitar, menciptakan sirkulasi ekonomi mikro yang sehat di lingkungan RPTRA Rawajaya.