TANGERANG — DPAD Kota Tangerang menghadirkan program literasi yang tak biasa. Alih-alih seminar atau diskusi, instansi itu menggelar Kelas Literasi Decoupage, sebuah pelatihan merangkai napkin bermotif di atas media tertentu hingga menghasilkan produk bernilai jual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas makna literasi. Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan metode hands-on workshop dipilih agar peserta bisa langsung mempraktikkan setiap tahapan pembuatan produk.
"Kami ingin peserta benar-benar belajar melalui praktik langsung. Mereka akan dibimbing mulai dari tahap awal hingga menghasilkan produk jadi yang layak digunakan maupun dikembangkan sebagai peluang usaha," ujar Engkos.
Empat Tahapan Teknik Decoupage yang Diajarkan
Selama pelatihan, peserta mempelajari empat tahapan dasar. Pertama, pengecatan media. Kedua, pengolesan lem khusus. Ketiga, teknik menempelkan tisu bermotif (napkin) agar hasilnya rapi tanpa gelembung. Keempat, pelapisan vernis sebagai sentuhan akhir.
Engkos mengapresiasi dukungan narasumber yang menyediakan seluruh bahan praktik secara mandiri. Alhasil, peserta bisa mengikuti pelatihan tanpa dipungut biaya tambahan.
Kuota Terbatas, Sistem Siapa Cepat Dia Dapat
Jumlah peserta sengaja dibatasi. Hanya 20 orang pertama yang terkonfirmasi oleh panitia yang bisa bergabung. Mekanisme pendaftaran menggunakan prinsip siapa cepat dia dapat.
"Dengan jumlah peserta yang terbatas, kami berharap pelatihan berjalan lebih fokus sehingga seluruh peserta dapat menguasai teknik yang diajarkan," jelas Engkos.
Warga Kota Tangerang yang berminat dapat mendaftar melalui tautan bit.ly/kelasliterasi-decopage. Informasi lebih lanjut tersedia di akun Instagram resmi @dpadkotatangerang.
Melalui kegiatan ini, DPAD Kota Tangerang berharap budaya literasi tidak hanya berkembang lewat aktivitas membaca. Lebih dari itu, program ini diharapkan mendorong lahirnya kreativitas, keterampilan baru, serta peluang usaha yang bermanfaat bagi masyarakat.