SERANG — Ribuan anak yatim dan dhuafa dari delapan kabupaten/kota se-Banten memadati Masjid Agung Ats Tsauroh sejak pukul 13.00 WIB. Mereka mengenakan pakaian serba putih. Rangkaian acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, doa, dzikir, dan shalawat.
Bingkisan Sekolah dan Uang Saku untuk 1.000 Anak
Setiap anak menerima bingkisan berupa uang saku, kaus, tas sekolah, dan alat tulis. Panitia juga menyediakan layanan transportasi bus dari masing-masing kabupaten dan kota ke lokasi acara.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten, Pery Hasanudin, menyebut kegiatan ini hasil sinergi BAZNAS seluruh kabupaten dan kota di Banten. “Kami bekerja bersama sejak pendataan peserta hingga pelaksanaan acara. Kolaborasi ini membuktikan kepedulian terhadap anak yatim bisa diwujudkan lewat kerja sama lintas daerah,” ujarnya.
Relawan Ajak Anak-anak Bermain Kuis Edukatif dan Mendongeng
Suasana semakin semarak saat para relawan mengajak anak-anak mengikuti permainan, kuis edukatif, hingga hiburan. Gelak tawa pecah di berbagai sudut lokasi ketika peserta berebut menjawab pertanyaan dan menerima hadiah dari para pendongeng.
Tepuk tangan bergemuruh mengiringi setiap penampilan yang sukses menghibur ribuan anak yatim dan dhuafa. Bagi mereka, perhatian dan kesempatan berkumpul menjadi hadiah tak kalah berharga dibanding bantuan yang diterima.
Wagub Banten: Zakat Instrumen Kurangi Kesenjangan Ekonomi
Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah menegaskan zakat memiliki kedudukan strategis dalam ajaran Islam. Ia menyebut zakat menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan ekonomi. “Zakat manfaatnya banyak, salah satunya menyucikan jiwa dan harta. Membantu perekonomian umat sekaligus melahirkan keadilan,” kata Dimyati.
Menurutnya, ketika zakat dikelola secara baik dan tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya dirasakan mustahik. Zakat juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Banten: Masyarakat Diharapkan Antre Berzakat Seperti Haji
Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Wawan Wahyudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzakki, sponsor, serta BAZNAS delapan kabupaten dan kota yang berkolaborasi. Ia menekankan dukungan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam memperluas manfaat zakat. “Saya berharap masyarakat bisa berzakat, infak, sedekah, antre seperti haji,” ujar Wawan.
Ia menambahkan BAZNAS akan terus memperkuat tata kelola zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Penghimpunan zakat di Provinsi Banten diharapkan terus bertumbuh dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.