TANGERANG — DLH Kota Tangerang tidak hanya mengandalkan patroli rutin. Tim mitigasi yang dibentuk secara khusus itu bertugas mendeteksi titik panas (hotspot) di area landfill dan melakukan penanganan dini jika ditemukan potensi api. Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi memastikan pihaknya telah memeriksa langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab proyek.
"Kami sudah periksa langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan penanggung jawab agar memastikan setiap pekerjaan mengedepankan keselamatan dan bersama-sama mencegah terjadinya bencana seperti kebakaran," ujar Wawan di Tangerang, Minggu.
Tiga Proyek Strategis yang Diawasi Ketat
Wawan mengatakan, upaya mitigasi ini menyasar tiga proyek daerah yang kini tengah berjalan. Proyek tersebut meliputi revitalisasi instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), revitalisasi sistem pemanfaatan gas metana, dan pembangunan pusat daur ulang (PDU) sampah. Selain itu, proses pengelolaan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Rawa Kucing juga terus beroperasi setiap hari.
Peringatan dini datang dari Kementerian Lingkungan Hidup yang meminta seluruh pemerintah daerah siaga menghadapi dampak cuaca ekstrem. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) bahkan telah memberikan peringatan akan fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung mulai Juli hingga September.
Larangan Keras untuk Pemulung dan Penyiraman Rutin
Kepala UPT Pengelolaan TPA dan Retribusi Pelayanan Persampahan DLH Kota Tangerang, Risdiana Setiawan, mengaku telah memberikan edukasi kepada para pemulung. Mereka dilarang menyalakan api dalam bentuk apa pun di area landfill. Kondisi sampah kering disebut sangat cepat menyambar ketika ada percikan api.
Pihak DLH juga melakukan sejumlah langkah teknis. Cover soil atau penutupan timbunan sampah dengan tanah dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya api akibat gas metana. Penyiraman rutin digelar di area yang berpotensi mengalami peningkatan suhu, dan rumput liar yang mudah terbakar saat cuaca kering dibersihkan secara berkala.
Kesiapan Air dan Normalisasi Kolam Resapan
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, DLH Kota Tangerang menyiapkan sejumlah tandon air berkapasitas besar. Normalisasi kolam resapan juga dilakukan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia ketika dibutuhkan. Langkah ini menjadi krusial mengingat kebakaran di TPA Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga.
Sebelumnya, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono saat berkunjung ke TPA Jatiwaringin menegaskan Menteri LH telah mengeluarkan surat edaran kepada kepala daerah. Ia meminta seluruh pemda meningkatkan pemilahan dan tata kelola sampah di TPA masing-masing sebagai langkah antisipasi.