TANGERANG — Puluhan anak yatim dari berbagai kelurahan di Kecamatan Tangerang mendapat santunan dalam acara yang digelar PC Salimah Tangerang, Ahad lalu. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Santunan untuk 22 Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
Ketua PC Salimah Tangerang, Annisa Melati, mengatakan santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim yang kurang mampu. “Kegiatan ini sebagai upaya kita (Salimah) untuk memberikan kado buat anak-anak yatim,” ujarnya.
Penerima santunan berasal dari sejumlah kelurahan di wilayah Kecamatan Tangerang. Baksos ini diharapkan bisa meringankan beban mereka, terutama di momen pergantian tahun baru Islam.
Galang Dana untuk Muslim Palestina yang Terjajah
Tak hanya santunan, acara juga dirangkaikan dengan penggalangan dana untuk saudara-saudara Muslim di Palestina. Ketua Pengurus Daerah (PD) Salimah Kota Tangerang, Astri Amalia Nurbaity, menyebut aksi ini sebagai wujud solidaritas. “Ini (penggalangan dana) adalah bentuk kepedulian kita terhadap Muslim Palestina. Semoga mampu meringankan beban mereka,” katanya.
Ibu di Era Digital: Ancaman LGBT hingga Tren Enggan Menikah
Dalam tausiyahnya, Ustadzah Fahimatul Samsudin mengingatkan para ibu tentang tantangan berat di era digital. Menurutnya, anak-anak sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari media sosial. “Bahaya LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) adalah salah satunya,” tandasnya.
Ia juga menyoroti maraknya tren enggan menikah dan enggan memiliki keturunan di kalangan generasi muda. Ustadzah Fahimah menekankan bahwa setiap ibu kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas pendidikan anak-anaknya. “Sebagai seorang ibu kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban di akherat, bagaimana kita mendidik anak-anak kita,” terangnya.
Teladan dari Ibu-Ibu Palestina: Menghafal Al-Qur’an di Tengah Penjajahan
Ustadzah Fahimah mengajak para jamaah untuk meneladani semangat para ibu di Palestina. Meski hidup di bawah penjajahan Zionis Israel puluhan tahun, anak-anak Palestina tetap mampu menghafal Al-Qur’an. “Anak-anak Palestina di tengah penderitaan yang luar biasa masih tetap mampu menghafal Al Qur’an. Ini berkat peran penting orang tua, terutama kaum ibu yang sholehah,” tukasnya.
Menurutnya, doa seorang ibu menjadi bekal utama dalam menjaga generasi, baik di Indonesia maupun di Palestina. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran ibu dalam mendidik anak di tengah gempuran era digital.