JAKARTA — Pergerakan harga emas global diproyeksikan masih akan melanjutkan tren positif pada perdagangan Kamis (6/8). Analisis terbaru dari Dupoin Futures menunjukkan kombinasi sinyal teknikal yang memperkuat dominasi pembeli, meskipun pasar masih dihadapkan pada sejumlah sentimen eksternal seperti dinamika geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Secara teknikal, keberhasilan emas keluar dari fase sideways menjadi indikator awal perubahan struktur yang positif. Momentum ini semakin diperkuat dengan tembusnya pola Bullish Pennant yang merupakan pola kelanjutan tren, serta konfirmasi pola Double Bottom yang menandakan tekanan jual mulai melemah.
Target Kenaikan dan Level Resistance Kunci
Dupoin Futures mencatat, target kenaikan terdekat berada pada area 4.354 yang menjadi resistance penting. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 4.483 sebagai target resistance berikutnya.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa perubahan struktur harga yang terjadi merupakan sinyal kuat bagi pasar.
"Secara teknikal emas berhasil menunjukkan perubahan struktur harga yang sangat positif setelah keluar dari fase konsolidasi," ujar Geraldo dalam keterangannya, Kamis (6/8).
Sentimen The Fed dan Pelemahan Dolar AS
Dari sisi fundamental, pergerakan emas pada sesi Asia masih dipengaruhi oleh sentimen yang beragam. Pelemahan dolar Amerika Serikat yang berada di sekitar level rendah dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor pendukung utama, membuat emas lebih menarik bagi investor global.
Di sisi lain, pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga akan berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif atau membuka peluang pelonggaran moneter, tekanan terhadap dolar berpotensi meningkat dan dapat memberikan ruang tambahan bagi kenaikan harga emas. Sebaliknya, data ekonomi AS yang kuat dapat memperbesar peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga berpotensi membatasi penguatan emas karena investor kembali melirik aset berbasis dolar.
Potensi Koreksi Jangka Pendek
Meski peluang kenaikan masih terbuka, Dupoin Futures mengingatkan adanya potensi aksi ambil untung atau profit taking setelah kenaikan yang cukup agresif. Investor dan trader tetap perlu memperhatikan level resistance sebagai area evaluasi terhadap kekuatan tren.
Selain itu, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran juga menjadi perhatian pasar. Kemajuan diplomasi kedua negara berpotensi mengurangi permintaan terhadap aset safe haven, termasuk emas.
Secara keseluruhan, prospek harga emas XAUUSD dinilai masih berada dalam tren positif. Kombinasi breakout fase sideways, pola Bullish Pennant, dan konfirmasi Double Bottom menjadi sinyal teknikal yang mendukung peluang kenaikan menuju area 4.354 hingga 4.483. Namun, pelaku pasar tetap disarankan memantau perkembangan geopolitik, pergerakan dolar AS, dan kebijakan Federal Reserve sebagai faktor utama penentu arah harga emas berikutnya.