LEBAK — Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Yani Nurhadryani menyebut kehadiran tim di perayaan Seren Taun dipakai untuk menangkap konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi tradisi masyarakat adat tersebut. Bahan yang dihimpun dari perayaan itu akan memperkaya dokumentasi pengetahuan lokal Kasepuhan Citorek.
Menurut Yani, hasil penghimpunan itu sekaligus menjadi modal pengembangan sistem pengelolaan pengetahuan adat berbasis digital. "Informasi yang dihimpun diharapkan dapat memperkaya dokumentasi pengetahuan lokal Kasepuhan Citorek sekaligus memberikan pemahaman mengenai konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi tradisi tersebut," kata Yani kepada Radar Banten, Jumat (23/10/2026).
Apa Saja yang Didata dalam KMS Desa Adat Digital
KMS dirancang sebagai sarana pendokumentasian dan pengelolaan berbagai aspek kehidupan masyarakat adat secara terstruktur. Cakupannya meliputi kalender adat, pengetahuan pertanian, serta pengelolaan pangan.
Pengetahuan yang menyangkut tradisi Seren Taun juga berpotensi masuk sebagai bagian upaya pelestarian warisan budaya. Lewat sistem itu, pengetahuan lokal diharapkan terdokumentasi rapi dan bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
"Selain mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal, KMS berpotensi membantu masyarakat adat mengelola informasi terkait pertanian, pangan, lingkungan, serta potensi ekonomi komunitas secara lebih terstruktur. Sistem ini juga dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga pengetahuan mereka di tengah perubahan zaman," jelas Yani.
Mengapa Tidak Semua Pengetahuan Adat Boleh Dibuka ke Publik
Pengembangan sistem digital ini menuntut kehati-hatian terhadap nilai, aturan, dan kewenangan masyarakat adat. Tidak seluruh pengetahuan lokal boleh dicatat, diakses, atau dibagikan terbuka kepada publik.
Karena itu, pengisian konten KMS mesti melibatkan masyarakat adat dan melewati proses verifikasi pihak yang memahami sekaligus memegang kewenangan terkait. Pendokumentasian juga wajib memperhatikan izin dan persetujuan masyarakat pemilik pengetahuan agar informasi yang tersimpan tetap akurat dan sesuai ketentuan adat.
Belajar Langsung dari Praktik Budaya yang Masih Berjalan
Yani menegaskan, keterlibatan tim peneliti dalam perayaan Seren Taun merupakan bagian dari upaya memahami pengetahuan adat lewat interaksi langsung dengan masyarakat. Tim juga mengamati praktik budaya yang masih berlangsung hingga kini.
Melalui Program Dosen Pulang Kampung yang didanai IPB University, pengembangan KMS Desa Adat Digital di Kasepuhan Citorek diharapkan mendukung keberlanjutan pengetahuan lokal. Selain membantu pelestarian tradisi, sistem ini diharapkan memperkuat proses pewarisan pengetahuan kepada generasi berikutnya dengan tetap menghormati hak masyarakat adat atas pengetahuan mereka.