TANGSEL — Puluhan ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kota Tangerang Selatan mendapat pelatihan khusus mengolah sampah kulit buah menjadi eco enzyme. Pelatihan ini digelar PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang Mill sebagai bagian dari program Komunitas Iklim yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Head of CSR PT Indah Kiat Tangerang, Lily Yulianingsih, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajarkan pengelolaan sampah domestik yang baik kepada masyarakat. Pelatihan menyasar kelompok KWT dan kelembagaan di Kampung Proklim.
“Ya, hari ini kita undang dari kelompok KWT dan juga yang juga bagian dari kelembagaan di Kampung Proklim, karena kita memang start-nya adalah untuk mensukseskan program Komunitas Iklim, yang mana itu bagian dari program Kementerian Lingkungan Hidup bersama Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Lily.
Be Cleanzy Siap Tampung Hasil Panen KWT
Yang menarik dari program ini, hasil produksi eco enzyme para ibu KWT tidak berhenti sebagai produk rumahan. Ada pembeli yang sudah menanti: produsen personal care Be Cleanzy.
Lily menjelaskan, Be Cleanzy menggunakan eco enzyme sebagai bahan dasar pembuatan detergen, sabun muka, hingga hand sanitizer. Perusahaan itu mengajak CSR Indah Kiat bekerja sama, dan hari ini para KWT diajari membuat eco enzyme dari kulit buah.
“Dan juga ini one step ahead, ada salah satu produsen personal care yaitu Be Cleanzy, mereka mengajak CSR Indah Kiat untuk bekerja sama membuat personal care. Tapi hari ini kita ngajarinnya eco enzyme-nya dari kulit buah,” jelasnya.
Syarat Mutu dan Harga Beli Rp30 Ribu per Liter
Produksi eco enzyme dari KWT akan dievaluasi tiga bulan ke depan. Jika sesuai standar dan tidak berjamur, Be Cleanzy akan membelinya dengan harga Rp30.000 per liter.
“Informasinya dari mereka tadi disampaikan per liternya itu adalah Rp30.000, berarti Rp30 per mililiter atau Rp30.000 per liter itu akan dibeli oleh mereka bilamana hasil panen eco enzyme-nya itu sesuai dengan standar mereka,” kata Lily.
Harga tersebut dinilai cukup menggiurkan bagi ibu rumah tangga yang selama ini membuang kulit buah sebagai sampah. Dengan pelatihan ini, limbah dapur bisa disulap menjadi produk bernilai ekonomi.
Pelatihan Bakal Diperluas ke Bank Sampah se-Tangsel
Ke depan, pelatihan serupa akan diperluas ke bank sampah di seluruh Tangerang Selatan. Hal ini sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup yang ingin cakupan pesertanya lebih luas lagi.
“Arahan dari DLH sih coba undang lebih luas lagi untuk wilayah se-Tangsel. Nanti kita akan coba untuk gulirkan di bank sampah juga,” ungkapnya.
KWT: Edukasi Ini Luar Biasa untuk Kurangi Sampah Rumah Tangga
Ketua KWT Kota Tangerang Selatan, Agustin, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan. Menurutnya, edukasi ini sangat membantu ibu-ibu KWT untuk mengetahui lebih dalam mengenai pembuatan eco enzyme.
“Pelatihan pembuatan eco enzyme dari CSR PT Indah Kiat sangat luar biasa karena sangat membantu ibu-ibu KWT yang ada di Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui lebih dalam lagi, bahkan mungkin ada yang belum tahu mengenai pembuatan eco enzyme seperti apa,” jelasnya.
Agustin menjelaskan, perbandingan 1:3:10 untuk pembuatan eco enzyme menjadi angka dasar yang bisa digunakan di rumah tangga masing-masing. Dengan edukasi ini, ibu-ibu KWT bisa mencontohkan di lingkungannya untuk mengurangi sampah dan bahan kimia di rumah tangga.
“Terima kasih CSR PT Indah Kiat atas dukungannya untuk ibu-ibu KWT se-Kota Tangerang Selatan,” tutupnya.