Pencarian

Telkomsat Luncurkan GeoTSat, Pantau Karhutla Pakai Citra Satelit 50 Cm

Minggu, 13 September 2026 • 19:33:31 WIB
Telkomsat Luncurkan GeoTSat, Pantau Karhutla Pakai Citra Satelit 50 Cm
Telkomsat meluncurkan GeoTSat, platform Earth Intelligence untuk memantau kebakaran hutan dan lahan.

BANTEN — Telkomsat memperluas pemanfaatan data satelit lewat GeoTSat, platform Earth Intelligence yang mengubah citra pengamatan bumi menjadi informasi siap pakai. Pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu penerapan utamanya, dengan dukungan citra resolusi tinggi hingga 50 cm.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, menyebut pendekatan ini menggeser fungsi satelit dari sekadar menghadirkan gambar menjadi sumber informasi bernilai. Data yang diolah dapat menunjukkan indikasi kejadian, luas area terdampak, hingga perubahan kondisi wilayah dari waktu ke waktu.

Bagaimana GeoTSat Memantau Titik Panas

Melalui Karhutla GeoTSat, persebaran titik panas di berbagai wilayah Indonesia ditampilkan dalam dashboard berbasis data satelit. Platform ini menyerap data dari NASA Fire Information for Resource Management System (FIRMS) untuk menampilkan informasi hotspot dan aktivitas termal.

Data tersebut disajikan dalam bentuk visualisasi geospasial, sehingga pengguna bisa langsung melihat wilayah yang butuh perhatian. Dashboard-nya juga dilengkapi Fire AI Assistant berbasis Generative AI untuk membantu pengguna berinteraksi dan memahami informasi yang tersedia.

Informasi hotspot dari dashboard menjadi langkah awal untuk menentukan area yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Ketika dibutuhkan gambaran lebih detail, pemantauan dapat dilanjutkan memakai citra satelit beresolusi tinggi.

Kolaborasi dengan STAR.VISION dan Uji Coba di Bromo

Untuk kebutuhan citra detail, Telkomsat menggandeng STAR.VISION. Pengambilan citra resolusi 50 cm dapat diarahkan khusus ke lokasi yang ingin dipantau, sehingga kondisi area tertentu terlihat lebih jelas dan sesuai kebutuhan analisis.

Salah satu penerapannya dilakukan di kawasan Bromo, Jawa Timur, untuk melihat kondisi wilayah pascakebakaran. Citra yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis, tidak berhenti sebagai gambar, melainkan dikembangkan menjadi informasi soal lokasi, persebaran, dan estimasi luas area yang terindikasi terdampak.

Dari area sampel yang dianalisis, diperoleh estimasi wilayah terdampak sekitar 1.325 hektare.

Anggoro menegaskan kolaborasi dengan mitra teknologi menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas GeoTSat. "Kolaborasi dengan berbagai mitra teknologi juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat kapabilitas tersebut guna memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Pemanfaatan di Sektor Lain

Earth Intelligence Telkomsat tidak terbatas pada pemantauan karhutla. Di sektor pertanian, data satelit dapat dipakai melihat kondisi lahan dan tanaman. Untuk lingkungan dan kehutanan, teknologi ini membantu memantau perubahan tutupan lahan.

Pada pertambangan dan infrastruktur, GeoTSat dapat digunakan melihat perubahan kondisi suatu wilayah dari waktu ke waktu. Sementara di sektor maritim, teknologi ini dikembangkan untuk mendukung pemantauan aktivitas di wilayah perairan.

Rangkaian Proses di Balik GeoTSat

GeoTSat membangun proses pemantauan berlapis. Dashboard membantu melihat indikasi hotspot secara luas, citra resolusi tinggi membantu melihat area tertentu lebih dekat, lalu analisis geospasial mengubah data tersebut menjadi informasi yang lebih terukur.

Kombinasi data satelit, citra resolusi tinggi, analisis geospasial, dan kecerdasan buatan itu membuka peluang pemanfaatan Earth Intelligence yang lebih luas. Pengguna disebut dapat melihat lebih cepat, memahami lebih detail, dan mengambil keputusan dengan dukungan informasi yang lebih kuat.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks