TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi penilaian akhir Lomba Kampung Keluarga Berkualitas (KB) tingkat Provinsi Banten tahun 2026. Kampung KB Ceria di Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, menjadi andalan kota ini setelah menyisihkan kandidat lain melalui seleksi administrasi dan wawancara yang ketat.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, turun langsung mendampingi tim verifikasi lapangan untuk memastikan seluruh indikator penilaian terpenuhi. Menurutnya, keberhasilan Kampung KB Ceria menembus fase final merupakan buah dari sinergi lintas sektoral yang melibatkan berbagai dinas terkait serta partisipasi aktif warga setempat.
“Kami bekerja lintas OPD, mulai dari Dinas Kesehatan, Disdukcapil, DLH hingga DP3AP2KB untuk melakukan pembinaan. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar Kota Tangerang dapat meraih hasil terbaik,” ujar Maryono Hasan di sela-sela kegiatan verifikasi.
Kampung KB Ceria menonjolkan integrasi program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan keluarga. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB Ceria Cibodasari, Saefudin, menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan layanan kesehatan dasar yang menjangkau puluhan RW melalui jaringan Posyandu yang aktif.
Selain fokus pada kesehatan ibu hamil dan balita untuk menekan angka stunting, wilayah ini juga mengembangkan kemandirian ekonomi dan lingkungan. Salah satu pilar utamanya adalah pengembangan bank sampah yang berfungsi ganda sebagai pusat edukasi lingkungan sekaligus penggerak kegiatan sosial masyarakat.
Saefudin memaparkan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan ketahanan keluarga yang berkelanjutan. Partisipasi warga dalam pengelolaan sampah dan pendampingan kesehatan menjadi indikator kuat bahwa program ini bukan sekadar persiapan lomba, melainkan sudah menjadi pola hidup harian.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa konsep keluarga berkualitas mencakup aspek yang luas. Pembinaan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga anak-anak.
“Yang dimaksud keluarga berkualitas adalah bagaimana pembinaan dilakukan terhadap seluruh anggota keluarga, bapak, ibu, hingga anak-anak. Ini mencakup aspek pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga edukasi lingkungan seperti pengelolaan sampah. Di Kampung KB Ceria, seluruh indikator tersebut telah terealisasi dengan baik,” jelas Tihar Sopian.
Pemerintah kota berharap capaian di Cibodasari dapat menular ke wilayah lain. Saat ini, program Kampung KB sudah terbentuk di 104 kelurahan di seluruh Kota Tangerang. Tihar menargetkan Kampung KB Ceria dapat menjadi percontohan (role model) dalam menciptakan budaya masyarakat yang harmonis dan mandiri.
Ketua Tim Verifikasi Lapangan Provinsi Banten, Suci Kusumawati, memberikan apresiasi terhadap konsistensi program yang berjalan di Cibodasari. Ia menekankan bahwa penilaian tidak hanya melihat kelengkapan dokumen, tetapi lebih pada dampak konkret yang dirasakan oleh warga di tingkat akar rumput.
“Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar hidup dan memberikan manfaat langsung bagi warga,” tegas Suci saat meninjau titik-titik program di lapangan.
Lomba Kampung KB ini merupakan inisiatif strategis untuk mendorong pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga, Kota Tangerang optimistis mampu mewujudkan lingkungan keluarga yang sehat dan berdaya saing di tingkat provinsi.