TANGERANG SELATAN — Ribuan titik lampu jalan nasional di Banten masih mati atau belum terpasang sama sekali. Kondisi itu membuat Gubernur Andra Soni menggelar rapat koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Banten, Selasa (19/11/2024), untuk menyatukan data dan kewenangan pengelolaan PJU yang selama ini tercecer antara pusat, provinsi, dan daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengungkapkan, pihaknya saat ini menanggung biaya listrik sekitar 5.000 lampu jalan milik provinsi dengan anggaran hampir Rp 4 miliar per tahun. Namun, kebutuhan di jalan nasional jauh lebih besar. "Masih banyak jalan nasional yang belum ada lampunya. Ada yang dipasang oleh kabupaten/kota dan dibayar daerah, ada juga yang dibangun menggunakan APBN," kata Tri.
Persoalan tidak hanya soal pemasangan, tetapi juga pembayaran tagihan listrik dan pemeliharaan. Selama ini, pola pengelolaan PJU di lapangan tidak seragam. Sejumlah lampu dibangun pusat, tetapi listriknya dibayar daerah atau bahkan perusahaan swasta.
Data yang dipaparkan dalam rakor menunjukkan panjang jalan nasional di Banten mencapai 567,9 kilometer. Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi daerah dengan ruas jalan nasional terpanjang, sekaligus yang paling banyak kekurangan penerangan. Rapat menyepakati perlunya verifikasi ulang data agar kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota tidak lagi tumpang tindih.
"Sebelumnya kita belum pernah bahas bersama-sama. Biasanya ini pusat, ini provinsi, itu kabupaten atau kota. Sekarang kita samakan persepsi dan samakan data. Ini tanggung jawab kita semua," tegas Andra Soni.
Gubernur menegaskan persoalan penerangan jalan tidak bisa diselesaikan dengan saling lempar tanggung jawab. Hasil rapat akan ditindaklanjuti secara teknis untuk menentukan solusi bersama. Salah satu model yang sudah berjalan adalah kerja sama antara pemerintah kabupaten dengan BPTD, seperti yang diterapkan di Kabupaten Lebak.
"Hari ini kami, seluruh kepala daerah di Provinsi Banten bersama dengan BPTD dari pemerintah pusat, membahas dan berkoordinasi terkait jalan nasional yang ada di Provinsi Banten," ujar Andra Soni.
Ke depan, penguatan penanganan PJU akan dilakukan melalui nota kesepahaman antara pemerintah daerah dan BPTD sebagai perwakilan pusat. Targetnya, ribuan titik lampu baru bisa segera direalisasikan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan mendorong aktivitas ekonomi malam hari di Banten.