Pemkab Lebak Genjot Gerakan Pangan Murah di 28 Kecamatan, Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Disalurkan

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 20:08:01 WIB
Pemkab Lebak salurkan beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter dalam Gerakan Pangan Murah di 28 kecamatan.

LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak tidak hanya mengandalkan operasi pasar untuk menekan harga bahan pokok. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemkab menargetkan seluruh 28 kecamatan bisa terlayani secara bergilir.

Beras dan Minyak Goreng di Bawah Harga Pasar

Kepala Bidang Distribusi dan Sumberdaya Pangan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Lebak, Tubagus Sonip, mengatakan GPM telah berjalan di Kecamatan Cimarga, Wanasalam, dan Maja. Produk yang dijual mencakup komoditas pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga eceran di pasaran.

"Kita memaksimalkan Gerakan Pangan Murah di 28 kecamatan agar masyarakat terpenuhi ketersediaan pangan dengan harga murah," kata Tubagus Sonip di Lebak, Kamis.

Kegiatan ini melibatkan Perum Bulog Lebak-Pandeglang, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMK), serta swasta.

Bantuan Pangan 183.753 Warga Masih Disalurkan

Di sisi lain, pemerintah daerah mempercepat penyaluran program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Alokasi untuk periode Februari-Maret 2026 masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

Setiap penerima mendapatkan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter. Total warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan mencapai 183.753 orang. "Kami berharap penyaluran program bantuan pangan yang dilakukan Bulog segera rampung," ujar Tubagus Sonip.

Pasar Murah Bersubsidi dari Disperindag

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan pihaknya juga menggelar pasar murah dengan harga bersubsidi. Langkah ini ditempuh untuk mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok.

"Kami melakukan pasar murah itu melibatkan pengusaha bahan pokok di sejumlah titik di Lebak," kata Yani.

Harga Bahan Pokok Relatif Stabil Meski Pertamax Naik

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, mengapresiasi kondisi harga bahan pokok yang relatif stabil. Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar Pertamax belum berdampak signifikan terhadap lonjakan harga sembako di tingkat konsumen.

"Kami mengapresiasi harga bahan pokok di daerah ini relatif stabil dan tidak terjadi kenaikan signifikan akibat dampak kenaikan bahan bakar Pertamax," katanya.

Pemerintah daerah mengoptimalkan kombinasi GPM, pasar murah, dan operasi pasar sebagai bantalan agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan inflasi.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top