BANTEN — “Sekarang di Barat mereka secara terbuka mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan perang dengan kita, dan meningkatkan anggaran militer dan ofensif mereka,” kata Putin dalam pertemuan dengan para pejabat militer dan penegak hukum Rusia, dikutip dari AFP. Pernyataan itu menjadi eskalasi retorika terbaru Kremlin di tengah memanasnya konflik dengan Ukraina.
Dalam beberapa bulan terakhir, Moskow makin kritis terhadap langkah negara-negara Uni Eropa yang terus menggelontorkan dana besar untuk memperkuat militer. Putin menilai program persenjataan kembali Eropa tidak lain adalah persiapan perang terbuka melawan Rusia.
Kritik tersebut juga menyasar upaya Eropa yang disebut-sebut mencoba menghalangi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mendorong Ukraina menerima perdamaian. Menurut Kremlin, sikap Eropa justru memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko perang langsung dengan NATO.
Dalam forum yang sama, Putin kembali menegaskan tuntutan lamanya agar Ukraina menarik seluruh pasukan dari wilayah Donbas timur. Ia mengklaim pasukan Rusia saat ini berada di ambang merebut kota benteng utama Ukraina, Kostiantynivka.
Pernyataan itu muncul di tengah serangan balasan Ukraina yang didukung Barat, yang menurut Putin justru menargetkan infrastruktur sipil Rusia. Ia merujuk pada serangan besar-besaran Ukraina ke Moskow pekan lalu yang membakar kilang minyak, dengan asap hitam membumbung tinggi di langit ibu kota Rusia.
Putin menuding serangan-serangan Ukraina ke wilayah Rusia dirancang untuk “mengguncang masyarakatnya”. Ia menyebut gelombang serangan itu sebagai bentuk keputusasaan Kyiv yang gagal di medan perang utama.
“Serangan itu tidak mengubah situasi di garis depan, tapi menunjukkan betapa agresifnya rezim Kyiv,” ujar Putin. Kremlin menegaskan operasi militernya di Ukraina akan terus berlanjut hingga seluruh target tercapai, termasuk penguasaan penuh atas Donbas.