BANTEN — Kemenangan ini meneguhkan status Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara. Namun, jalan menuju kemenangan sama sekali tidak mulus. The Pharaohs, julukan Mesir, tampil mengejutkan di babak pertama.
Yasser Ibrahim membuka keunggulan untuk Mesir pada menit ke-15. Argentina mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan setelah wasit menunjuk titik putih. Namun, Lionel Messi gagal menjalankan tugasnya sebagai algojo. Kiper Mesir, Mostafa Shobeir, menjadi pahlawan dengan menepis tendangan Messi.
Shobeir kembali menunjukkan ketangguhannya dengan menggagalkan peluang Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez. Kegagalan demi kegagalan membuat Argentina semakin tertekan. Mesir justru hampir menggandakan keunggulan melalui Mostafa Ziko di menit ke-59, tetapi gol dianulir VAR karena adanya pelanggaran terhadap Lisandro Martinez sebelumnya.
Meski satu gol dianulir, Mesir tetap berhasil menambah keunggulan. Ziko kembali mencetak gol pada menit ke-67 melalui serangan balik cepat yang menghancurkan lini pertahanan Argentina. Tertinggal 0-2, Argentina mulai meningkatkan tekanan.
Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Gol tersebut menjadi titik balik. Semangat Tim Tango langsung membara. Lautaro Martinez sempat gagal memanfaatkan peluang emas, tetapi Messi menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-84.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Enzo Fernandez muncul sebagai pahlawan. Gelandang Chelsea itu mencetak gol pada menit ke-90+2, memastikan kemenangan 3-2 untuk Argentina.
Kemenangan ini membawa Argentina melaju ke babak delapan besar. Mereka masih menunggu lawan yang akan dihadapi selanjutnya. Sementara itu, Mesir harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan.
Susunan Pemain:
Argentina: Emiliano Martinez, Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico, De Paul, Paredes, Mac Allister, Fernandez, Messi, Alvarez
Mesir: Shobeir, Hany, Rabia, Ibrahim, Hafez, Ashour, Attia, Lasheen, Hassan, Salah, Ziko