BANTEN — OpenAI akhirnya mewujudkan ambisi "super app" desktop yang selama ini digarap sejak Maret lalu. Lewat ChatGPT Work, perusahaan mengintegrasikan tiga teknologi andalannya—chatbot ChatGPT, agen coding Codex, dan browser web Atlas—dalam satu aplikasi yang didesain ulang. Alih-alih hanya untuk programmer seperti Codex, Work disebut sebagai agen produktivitas umum untuk menyelesaikan proyek paling ambisius penggunanya.
ChatGPT Work berjalan di atas model GPT-5.6 terbaru OpenAI—yang peluncurannya sempat tertunda akibat kebijakan administrasi Trump. Lewat aplikasi ChatGPT yang diperbarui, pengguna bisa mengakses ChatGPT, Work, dan Codex dalam satu tempat. Fitur kuncinya adalah penjadwalan tugas: pengguna bisa memerintahkan agen dari ponsel untuk mulai mengerjakan sesuatu, lalu memantau progresnya dari browser atau aplikasi desktop setelah kembali ke meja kerja.
Melalui aplikasi desktop, Work juga bisa memanfaatkan kemampuan "computer use" untuk menjalankan tugas di berbagai aplikasi dan browser, termasuk memindahkan file jika diperlukan. Semua ini terhubung ke direktori plugin baru yang menyatukan aplikasi favorit pengguna.
Saat menulis perintah, pengguna cukup mengetik "@" diikuti nama aplikasi yang ingin digunakan atau diambil konteksnya. Chatbot juga akan merekomendasikan aplikasi relevan selama percakapan. OpenAI memberi contoh: Work bisa meninjau pembaruan Slack dan menghasilkan ringkasan semua pesan selama seminggu. "Anda tetap mengontrol bagaimana ChatGPT bekerja dengan Anda. Anda memutuskan apa yang bisa diakses, kapan harus memeriksa, dan kapan perlu persetujuan sebelum bertindak," tulis OpenAI dalam pengumuman resmi.
Aplikasi desktop yang didesain ulang kini menyertakan browser bawaan. Selain mengambil informasi dari situs web, chatbot bisa menghasilkan aplikasi web lewat fitur bernama Sites. "Sites berguna saat Anda ingin membuat hal seperti dasbor langsung, pelacak proyek, kalender peluncuran, prototipe, portal internal, dan laporan interaktif," jelas OpenAI. Sebagai konsekuensi, perusahaan akan menghentikan Atlas pada 9 Agustus mendatang. James Sun, yang mengerjakan Atlas, berjanji akan membagikan informasi lebih lanjut soal penghentian itu.
OpenAI memulai peluncuran ChatGPT Work hari ini dan menargetkan rampung dalam 24 jam ke depan. Pengguna akun gratis bisa mencoba agen baru ini melalui aplikasi desktop ChatGPT yang tersedia untuk Mac dan Windows. Sementara itu, pelanggan Plus dan Pro bisa mengakses ChatGPT Work melalui klien web ChatGPT, selain aplikasi desktop. Harga langganan Plus dan Pro belum disebutkan berubah, namun paket reguler Plus saat ini dibanderol 20 dolar AS (sekitar Rp 330.000) per bulan.
ChatGPT Work jelas bukan sekadar update biasa. Dengan integrasi penuh antara AI agent, coding, dan browser dalam satu antarmuka, alat ini paling cocok untuk profesional yang mengerjakan proyek kompleks lintas platform dan ingin mengotomatiskan pekerjaan administratif. Namun, pengguna awam yang hanya butuh chatbot sederhana mungkin belum merasakan manfaat maksimal dari seluruh fitur ini.