LEBAK — Kemarau yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Lebak mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi warga. Sembilan desa di lima kecamatan tercatat mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air dari luar daerah.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Lebak, desa-desa yang terdampak tersebar di Kecamatan Wanasalam, Panggarangan, Sajira, Curugbitung, dan Maja. Dari jumlah tersebut, satu desa telah mengajukan surat permohonan bantuan secara resmi, sementara delapan desa lainnya masuk dalam laporan dari relawan di lapangan.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizky Pratama, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari berbagai sumber. “Secara resmi, yang telah bersurat untuk bantuan droping air bersih, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam. Sementara, melalui laporan dari relawan empat desa di Kecamatan Curugbitung, Maja dua desa, dan Panggarangan dan Kecamatan Sajira masing-masing satu desa,” ungkapnya, Senin, 13 Juli 2026.
Febby menjelaskan bahwa penyebab utama krisis ini adalah mengeringnya sejumlah sumber mata air yang biasa digunakan warga. Kondisi ini diperparah dengan musim kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Menanggapi situasi tersebut, BPBD Lebak akan segera menyalurkan bantuan air bersih ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. “Dalam waktu dekat ini, kami akan segera menyalurkan droping air bersih kepada warga yang membutuhkannya,” ujar Febby.
Distribusi air bersih akan diprioritaskan untuk desa-desa yang paling sulit dijangkau dan memiliki populasi terdampak terbesar. BPBD juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah kecamatan untuk memastikan penyaluran berjalan lancar.
Warga di sejumlah desa mulai merasakan dampak kekeringan ini dalam aktivitas sehari-hari. Mereka harus menempuh jarak lebih jauh atau mengantre untuk mendapatkan air bersih dari sumur-sumur yang masih menyisakan debit air. Pasokan dari BPBD diharapkan dapat meringankan beban warga hingga musim hujan tiba.