BANTEN — Microsoft resmi meluncurkan pembaruan Patch Tuesday untuk Juli 2026 pada Windows 11. Update ini tergolong besar karena tidak hanya berisi perbaikan bug dan keamanan, tetapi juga sederet fitur baru yang langsung bisa dipakai pengguna.
Salah satu perubahan yang paling ditunggu adalah kemampuan untuk menjeda pembaruan sistem secara lebih fleksibel. Sebelumnya, pengguna hanya bisa menunda update dalam waktu terbatas tanpa opsi perpanjangan yang jelas.
Lewat pembaruan ini, Microsoft menambahkan kalender interaktif di menu Settings > Windows Update. Pengguna bisa memilih tanggal akhir untuk menjeda update hingga 35 hari. Jika masih butuh waktu lebih, jeda bisa diperpanjang dengan memilih tanggal baru dan menjeda ulang.
Namun, perlu dicatat bahwa sistem tidak otomatis memperpanjang jeda. Pengguna harus secara manual mengatur ulang jika ingin menunda lebih dari 35 hari. Fitur ini menjawab keluhan pengguna yang kerap merasa terganggu dengan pembaruan paksa di tengah pekerjaan.
Fitur andalan lain dalam update ini adalah Point-in-time Restore. Microsoft menyediakan alat pemulihan yang memungkinkan pengguna mengembalikan PC ke kondisi kerja sebelumnya, lengkap dengan aplikasi, pengaturan, dan file pribadi.
Windows 11 secara otomatis membuat restore point secara berkala. Ketika terjadi masalah — entah karena driver bermasalah, aplikasi error, atau perubahan konfigurasi — pengguna cukup menjalankan fitur ini tanpa perlu repot melakukan reset total atau backup manual.
Microsoft mengklaim fitur ini dirancang untuk mengurangi downtime dan menyederhanakan proses troubleshooting. Cocok untuk pengguna yang sering bereksperimen dengan software atau driver baru.
Panel Widgets juga mendapatkan pembaruan substansial. Microsoft mengubah perilaku default agar tidak lagi membuka panel saat kursor hanya melayang di atas ikon. Notifikasi dan lencana di taskbar juga diminimalkan secara default untuk mengurangi gangguan.
Saat pertama kali dibuka, panel Widgets akan menampilkan dasbor. Pengguna bisa mengatur ulang preferensi notifikasi dan konten yang ditampilkan melalui menu Settings di bilah navigasi. Performa panel juga diklaim lebih responsif dengan kualitas visual yang lebih baik.
Update ini membawa peningkatan konektivitas Bluetooth yang cukup terasa. Microsoft menyebutkan bahwa perangkat seperti AirPods kini akan muncul lebih cepat dalam mode pairing, dan mikrofon di Beats Studio Pro lebih stabil.
Selain itu, Windows kini menyinkronkan status mute mikrofon antara audio mixer dan profil Hands-Free (HFP). Artinya, tombol mute di headset Bluetooth akan bekerja konsisten dengan indikator di sistem. Perbaikan juga mencakup stabilitas koneksi LE Audio saat streaming dan reconnect setelah perangkat terputus.
Fitur aksesibilitas juga mendapat tambahan. Pengguna kini bisa mengaktifkan screen tint, yaitu lapisan warna penuh layar untuk mengurangi ketegangan mata. Ada beberapa preset warna yang bisa dipilih, plus pengaturan intensitas dan opsi aktivasi otomatis.
Sedangkan untuk Magnifier, pengguna bisa langsung memasukkan persentase zoom secara manual di jendela pembesar tanpa harus membuka menu pengaturan. Penyesuaian zoom increment juga bisa dilakukan langsung dari bilah magnifier.
Microsoft memperluas dukungan voice access dan voice typing ke tiga bahasa baru: Prancis, Jerman, dan Spanyol. Fitur ini tidak hanya mentranskripsi ucapan, tetapi juga mengoreksi tata bahasa, tanda baca, dan kesalahan pengenalan secara real-time — bahkan di lingkungan bising.
Pembaruan ini bisa diunduh langsung melalui Settings > Windows Update. Klik tombol "Check for updates" untuk memulai proses. Alternatifnya, pengguna bisa mengunduh paket update dari Microsoft Update Catalog.
Microsoft menyebutkan beberapa fitur baru akan digulirkan secara bertahap, sehingga mungkin tidak semua pengguna langsung mendapatkannya bersamaan. Untuk pengguna di Indonesia, tidak ada perbedaan jadwal — update ini tersedia secara global.
Dengan hadirnya Point-in-time Restore dan opsi jeda update yang lebih manusiawi, Windows 11 versi Juli 2026 ini layak diunduh, terutama bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih atas sistem tanpa harus bergantung pada aplikasi pihak ketiga.