Buruh Harian di Pandeglang Bersyukur, Program Sekolah Gratis Pemprov Banten Selamatkan Pendidikan Anak yang Gagal Masuk SMKN

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:47:01 WIB
Marwannudin, buruh harian di Pandeglang, mengantar putranya Muchtar Febriansyah berseragam baru di SMK PGRI 1 Pandeglang, didampingi Kepala Sekolah, Kamis (16/7/2026).

PANDEGLANG — Kecemasan menyelimuti Marwannudin beberapa pekan lalu. Pekerja serabutan yang mengandalkan upah harian dari proyek bangunan itu harus menerima kenyataan pahit: putranya, Muchtar Febriansyah, gagal masuk SMKN 2 Pandeglang melalui jalur reguler.

Penghasilannya yang tak menentu membuatnya hampir pasrah. Biaya sekolah swasta, yang kerap kali lebih mahal, terbayang sebagai beban baru di tengah himpitan ekonomi sehari-hari.

Informasi dari Medsos yang Mengubah Segalanya

Kekhawatiran itu sirna setelah ia mengetahui adanya Program Sekolah Gratis dari Pemerintah Provinsi Banten melalui media sosial. Program yang digagas Gubernur Andra Soni ini menanggung biaya pendidikan di SMA, SMK, dan SKh swasta bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Awalnya kami sempat memikirkan biaya sekolah. Setelah tahu ada Program Sekolah Gratis untuk sekolah swasta dari Pemerintah Provinsi Banten, saya merasa sangat senang dan terbantu,” ujar Marwannudin saat ditemui di SMK PGRI 1 Pandeglang, Kamis, 16 Juli 2026.

Sempat Merasa Bersalah Jadi Beban Orang Tua

Muchtar Febriansyah, yang kini resmi menjadi siswa kelas X Jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), mengaku sempat dilanda perasaan bersalah. Ia khawatir keputusannya melanjutkan ke sekolah swasta akan menjadi beban tambahan bagi sang ayah yang bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya sempat bertanya kepada orang tua apakah sanggup membayar biaya sekolah di swasta. Alhamdulillah ada Program Sekolah Gratis sehingga saya bisa melanjutkan sekolah,” katanya.

Muchtar memilih SMK PGRI 1 Pandeglang karena jurusan yang sesuai dengan minatnya. Sebagai bentuk rasa syukur, ia bertekad belajar lebih giat agar dapat meraih prestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.

Harapan Baru bagi Buruh Harian

Bagi Marwannudin, pendidikan anak adalah prioritas utama. Ia bertekad terus berjuang agar putra semata wayangnya bisa meraih masa depan yang lebih baik, meski penghasilannya sebagai buruh harian tidak tetap.

“Dia anak satu-satunya dan menjadi harapan keluarga. Pendidikan akan selalu saya perjuangkan,” ujarnya.

Tanpa adanya Program Sekolah Gratis, Marwannudin mengaku beban ekonomi keluarganya akan semakin berat. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Banten Andra Soni yang telah menghadirkan kebijakan tersebut.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur Andra Soni. Program ini sangat membantu masyarakat seperti saya. Saya berharap program ini terus berlanjut karena masih banyak anak-anak yang ingin sekolah, tetapi terkendala biaya maupun tidak mendapatkan kuota di sekolah negeri,” pungkasnya.

Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta yang dijalankan Pemprov Banten menjadi salah satu strategi memperluas akses pendidikan. Selain meringankan beban ekonomi keluarga, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa yang belum tertampung di sekolah negeri untuk tetap melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top