LEBAK — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa menyatakan bahwa pihaknya mendorong KPM bansos untuk terlibat aktif dalam koperasi tersebut. Ajakan ini disampaikan di Lebak, Jumat.
KDKMP dirancang sebagai motor penggerak ekonomi desa. Koperasi ini membuka pintu bagi KPM yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan tunai bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.
"Kami minta KPM bantuan sosial (bansos) menjadi anggota aktif KDMP," kata Imam Suangsa.
Koperasi ini diperkuat dengan tujuh unit usaha. Mulai dari warung sembako, klinik, apotek, pergudangan, penyediaan pupuk, pertanian, hingga simpan pinjam.
Selain itu, KDKMP juga akan mengelola usaha jasa. Layanan yang disediakan mencakup pembayaran rekening listrik, PDAM, BPJS Mandiri, hingga pembayaran KPR.
Imam menegaskan bahwa koperasi tidak boleh menciptakan persaingan dengan usaha yang sudah ada di desa setempat. "Kami berharap pengoperasian KDKMP berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.
KDKMP juga berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil komoditas pertanian seperti gabah dan jagung. Harga pembelian akan mengikuti patokan yang ditetapkan pemerintah.
"Kami melihat KDMP dapat menggulirkan perputaran uang, karena bisa membeli produk-produk pertanian," kata Imam.
Saat ini, pembangunan KDKMP di Kabupaten Lebak masih berlangsung. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, dan sebagian gedung koperasi sudah rampung.
Ketua KDKMP Desa Jatimulya, Rangkasbitung, Ajat Sudrajat, optimistis koperasi yang dikelolanya bisa menjadi tumpuan ekonomi masyarakat. Ia yakin koperasi mampu menampung produk berbasis lokal, seperti pertanian, kerajinan, dan produk UMKM.
"Kami berharap tahun ini bisa beroperasi karena gedung koperasi sudah rampung," kata Ajat Sudrajat.