Disnaker Tangsel Perketat Pengawasan 12 Perusahaan Penyalur PMI, Fokus Cegah Eksploitasi Tenaga Kerja ke Luar Negeri

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 17:11:32 WIB
Kepala Disnaker Kota Tangsel, Sabam Maringan, menandatangani nota kesepahaman program pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangsel, Senin (13/7/2026).

TANGERANG SELATAN — Kepala Disnaker Kota Tangsel, Sabam Maringan, menegaskan pihaknya tidak terlibat langsung dalam proses perekrutan calon PMI. Perusahaan penyalur bertanggung jawab penuh melakukan pendataan, sementara Disnaker berperan sebagai fasilitator dan pengawas.

“Pendataan dilakukan langsung oleh pihak perusahaan. Kami di Disnaker hanya memfasilitasi kebutuhan calon pekerja sekaligus melakukan pengawasan,” ujar Sabam usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program pelatihan kerja ke luar negeri di Galeri UMKM Tangsel, Senin (13/7/2026).

Fokus Pengawasan: Legalitas dan Kapasitas Perusahaan

Pengawasan difokuskan pada legalitas dan kapasitas perusahaan penempatan. Disnaker memastikan setiap perusahaan benar-benar mampu menjalankan proses penempatan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Yang menjadi perhatian kami adalah memastikan perusahaan tersebut benar-benar kapabel dalam melaksanakan tugasnya, sehingga calon pekerja migran mendapatkan perlindungan yang maksimal,” kata Sabam.

Negara Tujuan PMI Tangsel: Jepang hingga AS

Sabam mengakui sektor penempatan pekerja migran masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi eksploitasi. Karena itu, pendampingan terhadap perusahaan penyalur terus diperkuat.

“Ini menjadi perhatian kami untuk terus mendampingi perusahaan yang mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri agar berbagai risiko dapat ditekan semaksimal mungkin,” jelasnya.

Negara tujuan pekerja migran asal Tangsel cukup beragam, di antaranya Jepang, Turki, Inggris, Montenegro, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Penempatan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dari masing-masing perusahaan mitra.

Pelatihan Bahasa dan Teknis Sesuai Job Order

Selain pengawasan, Disnaker Tangsel memastikan calon PMI memperoleh pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan negara tujuan dan bidang pekerjaan. Pelatihan tidak hanya mencakup kemampuan bahasa asing, tetapi juga keterampilan teknis sesuai permintaan perusahaan atau job order.

“Kalau di bidang perhotelan, maka pelatihannya terkait perhotelan. Jika di bidang rumah sakit, peserta akan mendapatkan pelatihan keperawatan atau tenaga medis sesuai kebutuhan,” ujar Sabam.

Durasi pelatihan disesuaikan dengan negara tujuan. Untuk penempatan di Jepang, pelatihan bahasa bisa berlangsung hingga enam bulan karena peserta harus mempelajari huruf Kanji. Sementara pelatihan bahasa Inggris umumnya membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Sejumlah peserta bahkan diproyeksikan dapat diberangkatkan pada tahun ini.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: tangerangraya.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top