TANGERANG SELATAN — Angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan terus menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel, TPT pada 2025 mencapai 4,13 persen, setara dengan 27.857 orang dari total 674.454 angkatan kerja.
Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang menargetkan TPT di kisaran 4,76 persen hingga 5,65 persen. Artinya, capaian tahun ini sudah melampaui target yang ditetapkan pemerintah kota.
Pada 2023, TPT Tangsel masih berada di angka 5,81 persen dengan jumlah penganggur sebanyak 37.945 orang. Angka itu kemudian turun menjadi 5,09 persen atau 32.257 orang pada 2024, sebelum kembali menurun pada tahun ini.
Kepala Disnaker Kota Tangsel, Sabam Maringan, mengatakan penurunan ini merupakan hasil kerja bersama. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri hanya karena target telah terlampaui.
“Kita enggak bisa berorientasi hanya sekadar target. Artinya, satu orang pun kalau bisa jangan ada yang nganggur,” ujarnya.
Menurut Sabam, keberhasilan menekan angka pengangguran tidak lepas dari kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, dan masyarakat. Disnaker terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja.
“Sebenarnya bukan hanya Disnaker, tetapi semua pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha,” kata Sabam.
Meski terus menurun, jumlah pengangguran di Kota Tangsel masih lebih tinggi dibandingkan dua kota lain di Provinsi Banten. Berdasarkan data BPS 2025, Kota Cilegon mencatatkan jumlah pengangguran paling sedikit, yakni 15.479 orang. Disusul Kota Serang dengan 26.008 orang, sementara Tangsel berada di angka 27.857 orang.
Data BPS juga menunjukkan bahwa pengangguran di Tangsel didominasi lulusan SMA/sederajat, sebanyak 18.883 orang. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja mencapai 6.408 orang.
Sabam menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka pengangguran. Berbagai program ketenagakerjaan yang disiapkan pemerintah, kata dia, tidak akan berjalan optimal tanpa dimanfaatkan oleh warga. “Selama masih ada pengangguran, Disnaker harus terus bekerja,” ucapnya.