BANTEN — PT Pertamina (Persero) menurunkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi mulai awal Juli 2026. Informasi ini terpantau dari laman resmi MyPertamina. Penurunan berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di seluruh Indonesia.
Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan PBBKB 5 persen, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp19.300 per liter. Sebelumnya, bahan bakar oktan 98 ini dibanderol Rp20.750 per liter. Dexlite juga turun dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.
Dua produk utama Pertamina justru tidak berubah. Pertamax dengan oktan 92 masih bertahan di Rp16.250 per liter. Pertamax Green 95 tetap dijual Rp17.000 per liter. Untuk segmen subsidi, Pertalite dan Biosolar juga tidak berubah, masing-masing Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di beberapa wilayah utama Indonesia:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur
Sumatera (Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung)
Papua dan Papua Barat
Penurunan harga Pertamax Turbo menjadi kabar baik bagi pemilik mobil turbocharged. Bahan bakar oktan tinggi ini menjaga performa mesin. Sementara itu, penurunan Dexlite dan Pertamina Dex paling terasa bagi pengguna mobil diesel modern common rail yang membutuhkan sulfur rendah.
Di wilayah dengan PBBKB berbeda, seperti Sumatera Barat dan Riau, harga Pertamax Turbo tercatat Rp20.150 per liter. Angka ini lebih mahal Rp850 dibandingkan harga di Jawa. Sebaliknya, di kawasan FTZ Batam, Pertamax Turbo justru lebih murah, yakni Rp18.350 per liter.
Pertamina belum memberikan pernyataan resmi mengenai durasi penurunan harga ini. Namun, penyesuaian BBM nonsubsidi biasanya mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.