PANDEGLANG — Ribuan pelaku UMKM dan warga dari berbagai kecamatan di Pandeglang berkumpul di Alun-alun Kota pada Sabtu (25/7) untuk mengikuti PEKEN Jasindo. Mereka mendapatkan akses langsung ke pelatihan digital marketing, pendampingan legalitas usaha, serta fasilitas pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.
Program ini digagas PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan mitra lainnya. Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandi, mengatakan PEKEN merupakan platform pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi berbasis budaya.
“PEKEN Jasindo menjadi wadah bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya masyarakat di Banten, untuk terus melestarikan warisan budaya sebagai identitas daerah, sekaligus mengembangkannya menjadi produk dan karya yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.
Ocke menjelaskan, program ini mengusung empat pilar utama: pemberdayaan ekonomi, inklusi sosial, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keempat pilar itu diwujudkan melalui kegiatan konkret seperti bazar UMKM dan kuliner lokal, promosi produk ekonomi kreatif, serta business matching antara pelaku usaha dan buyer potensial.
Selain itu, tersedia pelatihan pengembangan kemasan produk, literasi keuangan, dan manajemen risiko. Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, berharap kegiatan ini bisa membantu pelaku UMKM memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing.
“Kami berharap PEKEN Jasindo dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha, meningkatkan kompetensi, serta memperoleh akses terhadap berbagai layanan yang dapat mendukung pertumbuhan usahanya,” kata Brellian.
Tak hanya soal ekonomi, PEKEN Jasindo juga menyediakan perpanjangan SIM, konsultasi legalitas usaha, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta edukasi kesehatan. Layanan ini disediakan oleh PT IBS Reinsurance Brokers dan Rumah Sakit Abdi Waluyo sebagai mitra kolaborasi.
Kegiatan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya, workshop kerajinan, dan talkshow. Ada pula program inklusi sosial khusus pemberdayaan UMKM difabel. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi lintas sektor yang ditekankan Ocke.
“Dengan semangat kolaborasi, kami berharap setiap daerah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berdaya saing,” tutup Ocke.
Pandeglang dipilih karena potensi UMKM dan budaya lokal yang kuat. Program ini ingin mendorong produk lokal agar naik kelas melalui pendampingan dan akses pasar. Para peserta yang hadir dari berbagai kecamatan tampak antusias mengikuti sesi pelatihan dan mencicipi kuliner khas Banten di bazar.
Ke depan, Jasindo berencana memperluas program serupa ke daerah lain di Indonesia dengan tetap mengusung kearifan lokal sebagai daya tarik utama.