Pemkab Tangerang Biayai Kuliah Kedokteran Dua Anak Kurang Mampu Lewat Beasiswa Tangerang Gemilang, 485 Mahasiswa Terdaftar

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 02:05:01 WIB
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyerahkan surat keputusan penerima Beasiswa Tangerang Gemilang kepada mahasiswa baru di Auditorium UMT, Senin (27/7/2026).

TANGERANG — Dua anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Tangerang kini resmi menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran. Mereka lolos seleksi Program Beasiswa Tangerang Gemilang, yang membiayai seluruh biaya kuliah hingga empat tahun ke depan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus penyerahan beasiswa itu berlangsung di Auditorium UMT, Senin (27/7/2026). Bupati Maesyal Rasyid hadir langsung menyerahkan surat keputusan penerima beasiswa kepada para mahasiswa baru.

Beasiswa Penuh: Dari Formulir Hingga Uang Kuliah

Bupati Maesyal menjelaskan, beasiswa ini mencakup biaya pendaftaran, formulir, hingga uang kuliah selama delapan semester. “Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan secara gratis sampai menyelesaikan pendidikan,” kata Maesyal dalam sambutannya.

Menurutnya, program ini diprioritaskan bagi warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4. “Mereka inilah yang menjadi prioritas agar cita-cita mereka menjadi sarjana bisa terwujud meskipun memiliki keterbatasan ekonomi,” tegasnya.

Angka Penerima Terus Bertambah Setiap Tahun

Maesyal mengungkapkan, sejak 2025 hingga 2026, lebih dari 485 mahasiswa asal Kabupaten Tangerang telah menempuh pendidikan di UMT melalui beasiswa penuh. Ia memastikan kuota penerima akan terus ditingkatkan setiap tahun.

“Mudah-mudahan mereka menjadi sarjana, menjadi pemimpin, dan menjadi SDM unggul yang akan mengisi pembangunan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Kemitraan dengan 6 Perguruan Tinggi

Pemkab Tangerang tidak hanya menggandeng UMT. Beasiswa Tangerang Gemilang juga disalurkan ke Universitas Al-Azhar Mesir, IPB University, Swiss German University (SGU), Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Bupati Maesyal menyebut, kerja sama ini memperluas pilihan jurusan bagi penerima beasiswa, termasuk ke fakultas-fakultas dengan persaingan tinggi seperti kedokteran.

“Saya Tidak Berani Mimpi Jadi Dokter”

Salah satu penerima beasiswa kedokteran, Intan Nurfadilah, warga Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, tak kuasa menahan haru. Ia mengaku sempat menganggap mimpi menjadi dokter mustahil karena keterbatasan ekonomi keluarganya.

“Saya benar-benar tidak menyangka bisa mendapatkan beasiswa kedokteran. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memberikan kesempatan ini kepada saya,” ucap Intan.

Bupati Maesyal menambahkan, kehadiran dua mahasiswa kedokteran ini menjadi bukti bahwa program beasiswa tidak sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang. “Mudah-mudahan mereka segera menjadi dokter dan dapat mengabdi kepada masyarakat serta bangsa dan negara,” tuturnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: lensametro.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top