BANTEN — Letjen Bambang Trisnohadi resmi menjabat Kepala Staf Teritorial TNI sejak 26 Maret 2026. Perwira Kopassus ini sebelumnya meniti karir di Kementerian Pertahanan sebagai Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (2022-2024), kemudian menjabat Pangdam IX/Udayana pada 2024, dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III hingga awal 2026.
Setelah mutasi Maret 2026, sebanyak lima Pangdam tercatat merupakan rekan seangkatan Bambang di Akmil 1993. Mereka adalah Mayjen Hendy Antariksa, Mayjen Ujang Darwis, dan Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, serta dua perwira tinggi lainnya yang belum disebutkan secara terbuka.
Para jenderal bintang dua ini memimpin Komando Daerah Militer (Kodam) yang tersebar dari Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur. Konsolidasi perwira senior dari satu angkatan di level Pangdam menjadi perhatian internal karena posisi ini merupakan tulang punggung komando teritorial TNI AD.
Letjen Bambang Trisnohadi bukan wajah baru di lingkungan TNI. Sebelum memimpin Staf Teritorial, ia dipercaya mengelola kebijakan strategis di Kemhan. Jabatan Dirjen Strategi Pertahanan memberinya pengalaman merumuskan doktrin dan postur pertahanan negara.
Pengalaman lapangannya sebagai Pangdam IX/Udayana di Bali dan Nusa Tenggara, serta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III yang membawahi wilayah timur Indonesia, menjadi modal utama dalam tugas barunya mengkoordinasikan seluruh Pangdam. “Penempatan perwira dengan latar belakang operasi khusus dan strategis di posisi Kaster menunjukkan kebutuhan akan pendekatan baru dalam pembinaan teritorial,” ujar salah satu sumber di lingkungan Mabes TNI.
Fenomena lima Pangdam dari satu angkatan yang sama bukanlah hal baru dalam sejarah mutasi TNI. Pola ini biasanya terjadi ketika satu angkatan mencapai puncak karir sebagai perwira tinggi (pati) dan mengisi pos-pos kunci secara simultan sebelum masa pensiun tiba.
Dari total 21 Pangdam yang kini menjabat, sisanya berasal dari angkatan yang berbeda, menciptakan kombinasi pengalaman dan senioritas di jajaran komando kewilayahan. Mutasi Maret 2026 sendiri merupakan bagian dari penyegaran organisasi yang rutin dilakukan TNI setiap enam bulan sekali.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) disebutkan tengah mengoptimalkan peran para Pangdam dalam menghadapi agenda nasional, termasuk pengamanan Pemilu Kepala Daerah serentak dan penguatan pertahanan di wilayah perbatasan. Dengan latar belakang Letjen Bambang Trisnohadi yang kuat di bidang strategi, publik menantikan arah kebijakan teritorial ke depan.