TANGERANG — Warga RW 08 Alam Jaya kini memiliki tempat khusus untuk membuang limbah elektronik rumah tangga. DLH Kota Tangerang baru saja menempatkan Dropbox Sampah Elektronik (DSE) di Bank Sampah Cahaya, sebuah langkah konkret mengelola sampah spesifik yang selama kerap tercampur dengan sampah biasa.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, limbah elektronik mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Ia menegaskan, sampah jenis ini tidak boleh dibuang sembarangan.
“Limbah elektronik tidak boleh dibuang sembarangan bersama sampah rumah tangga biasa karena mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Melalui dropbox berkapasitas 20 kg ini, kami ingin mempermudah warga RW 08 Alam Jaya untuk memilah dan membuangnya secara aman agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Wawan.
Kapasitas 20 Kg per Unit, Apa Saja yang Bisa Dibuang?
Dropbox ini menampung limbah elektronik kecil seperti baterai bekas, lampu neon atau LED rusak, kabel, hingga komponen gadget kecil. Setiap unit memiliki kapasitas maksimal 20 kilogram. DLH menargetkan, pengumpulan sampah B3 dari rumah tangga jadi lebih terstruktur.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dropbox ini secara optimal. Kesadaran memilah sampah harus dimulai dari rumah demi mewujudkan Kota Tangerang yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tambah Wawan.
Bank Sampah Jadi Ujung Tombak Pengelolaan
Ketua Bank Sampah Cahaya RW 08, Magdalena, menyambut baik inovasi ini. Menurutnya, selama ini warga bingung harus ke mana membuang limbah elektronik yang sudah tak terpakai.
“Kehadiran dropbox sampah elektronik ini sangat membantu kami. Dengan kapasitas hingga 20 kg, warga tidak perlu bingung lagi membuang limbah B3. Pengumpulan dan pengamanan sampah berbahaya dari rumah warga kini jadi jauh lebih terstruktur dan berkala,” tutup Magdalena.
Langkah ini menjadi bagian dari pengoptimalan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang terus digenjot DLH Kota Tangerang. Setelah terkumpul, limbah B3 akan diangkut petugas DLH untuk diproses lebih lanjut sesuai standar lingkungan.