Liga Santri Wali Kota Cup 2026 Resmi Bergulir di Tangerang, 32 Tim Ponpes Siap Berebut Trofi Juara

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 05 September 2026 | 14:02:02 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin menendang bola sebagai tanda resmi dibukanya Liga Santri Wali Kota Cup 2026 di Stadion Benteng Reborn, Jumat.

Sebanyak 32 tim dari pondok pesantren se-Kota Tangerang akan bertanding dalam Liga Santri Wali Kota Cup 2026 yang resmi dibuka Wali Kota Sachrudin di Stadion Benteng Reborn, Jumat. Kompetisi tahunan ini tidak hanya memperebutkan piala, tetapi juga dirancang sebagai wadah pembinaan karakter bagi generasi muda.

TANGERANG — Wali Kota Tangerang Sachrudin resmi membuka Liga Santri Wali Kota Cup 2026 di Stadion Benteng Reborn pada Jumat. Sebanyak 32 tim dari pondok pesantren se-Kota Tangerang akan beradu kemampuan dalam kompetisi yang berlangsung pada 4–18 September 2026 tersebut.

Turnamen yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri ini disebut sebagai ajang pembentukan mental juara bagi para santri. Sachrudin menegaskan bahwa kompetisi ini lebih dari sekadar perebutan trofi, melainkan ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, dan kerja keras.

Pembentukan Karakter Santri Melalui Sepak Bola

Menurut Sachrudin, semangat berkompetisi di lapangan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak. Para santri diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlakul karimah.

"Kita ingin santri Kota Tangerang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berprestasi, kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Santri hari ini adalah generasi penerus sekaligus calon pemimpin masa depan," ujar Sachrudin dalam sambutannya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Tangerang itu menekankan bahwa kemenangan sejati bukan diukur dari siapa yang mengangkat trofi tertinggi. Justru nilai dan pengalaman yang dibawa pulang oleh setiap peserta menjadi tolak ukur keberhasilan turnamen ini.

"Kita ingin lahir santri yang tidak hanya menjadi juara di lapangan, tetapi juga menjadi pemimpin, penggerak, dan pembawa kebaikan bagi masyarakat," tegasnya.

Pemkot Tangerang Dorong Santri Melek Digital dan Berdaya Saing

Lebih lanjut, Sachrudin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk terus membuka ruang pengembangan potensi generasi santri. Tidak hanya melalui olahraga, tetapi juga kreativitas, keterampilan, hingga penguatan kemandirian ekonomi.

"Pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan zaman. Kami terus mendorong pengembangan keterampilan, literasi digital, kemandirian ekonomi melalui santripreneur, serta berbagai ruang kompetisi dan kreativitas," jelasnya.

Ajakan menjaga sportivitas juga disampaikan Sachrudin kepada seluruh peserta. Ia berharap setiap pertandingan menjadi momentum mempererat ukhuwah dan persaudaraan antarponpes.

"Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang lebih penting, jaga sportivitas, persaudaraan, dan jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik," katanya.

16 Ponpes Bertanding, Juara Siap Dikirim ke Liga Santri Nasional

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang, Zuhri Fauzi, menyebutkan tahun ini kompetisi lebih meriah dibandingkan edisi sebelumnya. Sebanyak 16 ponpes ikut serta dengan total hadiah mencapai jutaan rupiah.

"Kami juga akan mendorong tidak berhenti di sini, klub pemenang nanti akan didukung untuk berpartisipasi dalam ajang Liga Santri Nasional kalau memang diadakan," tambah Zuhri.

Sejak pertama kali digelar pada 2022, Liga Santri telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan kalangan pesantren di Kota Tangerang. Turnamen ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top