TANGERANG — Pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 tercatat mencapai 5,37 persen, melonjak signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 4,75 persen. Angka ini menjadi salah satu indikator utama yang disampaikan Gubernur Banten Andra Soni di hadapan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam forum kepemudaan di Kota Tangerang.
Di hadapan Hashim, Andra Soni merinci sejumlah program strategis yang disebutnya sebagai wujud implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di tingkat provinsi. Salah satu yang paling berdampak langsung ke masyarakat adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ekosistem Ekonomi Baru dari Program MBG
Andra Soni menyebut program MBG tidak hanya berhenti pada pemenuhan gizi anak sekolah. Ia menekankan efek berganda program ini terhadap perekonomian warga, terutama di sektor usaha mikro dan kecil.
“Dampak MBG ini luar biasa. Selain meningkatkan semangat belajar anak-anak, secara ekonomi juga menggerakkan ekosistem ekonomi kerakyatan,” ujar Andra dalam pernyataannya yang dikutip dari rilis yang diterima redaksi, Jumat (4/9/2026).
Di Banten, program MBG telah dirasakan oleh sekitar 3,5 juta anak sekolah. Angka tersebut menjadikan Banten salah satu provinsi dengan cakupan penerima MBG terbesar di Indonesia.
Produksi Padi Capai 1,8 Juta Ton Berkat Irigasi Baru
Pada sektor pertanian, Gubernur Banten membeberkan capaian Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 113,02 pada Agustus 2026. Angka ini menunjukkan daya beli petani di Banten berada dalam kondisi menguntungkan.
Kenaikan NTP tersebut tidak lepas dari pembangunan infrastruktur pertanian yang masif. Pemprov Banten telah membangun 81 kilometer jaringan irigasi yang mengairi sekitar 10 ribu hektare sawah.
Dengan adanya irigasi tersebut, frekuensi masa tanam meningkat dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun. Hasilnya, produksi padi di Banten kini mencapai 1,8 juta ton per tahun, surplus untuk kebutuhan pangan daerah.
120 Ribu Siswa Swasta Nikmati Sekolah Gratis
Di bidang pendidikan, Pemprov Banten menjalankan program sekolah gratis yang menyasar siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta. Kebijakan ini telah dirasakan oleh sekitar 120 ribu siswa di seluruh provinsi.
Selain itu, untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, pemerintah daerah telah membentuk 1.551 Koperasi Merah Putih. Koperasi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak usaha kecil di tingkat desa dan kelurahan.
Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi langkah Pemprov Banten tersebut. Menurutnya, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci utama bagi masa depan Indonesia.
“MBG adalah salah satu upaya nyata dalam membangun kualitas SDM kita,” kata Hashim di hadapan 500 pemuda yang hadir dalam acara tersebut.
500 Pemuda Dikader Jadi Pemimpin Masa Depan
Adapun kegiatan Gempar Youth Leader Summit 2026 yang menjadi ajang paparan tersebut diikuti oleh 500 pemuda dari berbagai daerah. Ketua pelaksana kegiatan, Yohanes Sirait, mengatakan forum ini dirancang untuk mencetak pemimpin masa depan yang mampu berkontribusi sejak sekarang.
Para peserta mendapatkan materi kepemimpinan serta wawasan tentang arah pembangunan nasional dan daerah. Kehadiran Gubernur Banten dan utusan khusus presiden dalam forum tersebut dinilai memberikan motivasi bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan.