BANTEN — Bencana yang dipicu keretakan gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, pada 26 Agustus lalu ini menghantam sejumlah distrik di Nepal, seperti Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu. Di sisi China, wilayah Xizang Autonomous Region atau Tibet ikut terdampak, dengan Gyirong border crossing tertimbun material.
Kementerian Dalam Negeri Nepal mencatat 1.294 korban meninggal dunia di wilayahnya. Dari total 5.053 warga yang belum ditemukan, sebanyak 583 orang merupakan warga negara asing. Sementara itu, otoritas China melaporkan 31 orang tewas dan 531 orang hilang di Xizang.
Dua Korban Selamat Ditemukan di Terowongan PLTA Trishuli 3A
Di tengah operasi pencarian yang masif, tim penyelamat Nepal menemukan dua orang dalam keadaan hidup di proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A. Keduanya berhasil dievakuasi setelah petugas mendengar suara dari dalam terowongan yang sempat tertutup material.
Temuan ini menjadi titik terang di tengah duka bencana yang menewaskan lebih dari seribu orang. Setidaknya enam proyek pembangkit listrik tenaga air di sisi Nepal rusak parah akibat terjangan material. Hingga kini, pencarian masih menyasar sekitar 900 personel yang bertugas di berbagai fasilitas tersebut.
Ancaman Longsor Susulan: Sungai Chaulani Terblokir Setengah
Otoritas penanggulangan bencana Nepal mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana susulan. Sungai Chaulani saat ini terblokir sekitar separuh bagiannya akibat material longsor yang terus bergerak. Kondisi ini dinilai berbahaya apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan hulu.
Kantor Administrasi Distrik Darchula telah menginstruksikan warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan wilayah rendah di sekitar aliran untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan ini menegaskan bahwa bahaya belum sepenuhnya berakhir meski bencana utama telah berlalu lebih dari seminggu.
Rentetan Kejadian: Dari Keretakan Gletser hingga Aliran Material
Bencana dahsyat ini berawal dari keretakan gletser di Gunung Langtang Lirung pada ketinggian sekitar 5.200 meter. Longsoran es dan batu yang dipicu keretakan tersebut kemudian berkembang menjadi aliran material besar yang menyapu lembah-lembah di sepanjang perbatasan kedua negara.
Dengan ribuan orang yang masih belum ditemukan, operasi pencarian di kawasan perbatasan Nepal-China masih jauh dari selesai. Tim di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati mengingat kondisi sungai yang belum stabil dan risiko longsor susulan yang mengancam keselamatan para petugas penyelamat.