BANTEN — Berbeda dari vaksin rotavirus pada umumnya, Bio-RV dikembangkan dari strain virus yang justru ditemukan pada bayi baru lahir tanpa menimbulkan gejala penyakit. Inilah yang membuatnya aman dan efektif diberikan sejak hari-hari pertama kehidupan si kecil.
Keunggulan Bio-RV tidak sekadar klaim. Uji klinis fase 2b yang melibatkan 1.649 bayi baru lahir sehat di Indonesia menunjukkan hasil yang impresif. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran terkemuka, The New England Journal of Medicine ini, menggunakan metode acak, tersamar ganda, dan kelompok plasebo untuk memastikan objektivitasnya.
Hasilnya, pada kelompok bayi yang menerima vaksin dengan jadwal neonatal, efikasi terhadap gastroenteritis rotavirus berat mencapai 94 persen hingga usia 12 bulan. Perlindungan ini tetap bertahan di angka 75 persen hingga usia 18 bulan.
Perlu dipahami, angka 75 persen tersebut berarti risiko penyakit berat pada kelompok yang divaksin dalam penelitian sekitar 75 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak menerima vaksin. Ini adalah ukuran statistik efektivitas di tingkat populasi, bukan jaminan individu.
Pertanyaan tentang keamanan tentu menjadi prioritas utama para ibu. Berdasarkan data uji klinis, kejadian efek samping serius yang dilaporkan jumlahnya serupa antara kelompok yang menerima vaksin dan kelompok plasebo. Yang lebih melegakan, tidak ditemukan satupun kasus intususepsi, yaitu kondisi serius di mana sebagian usus masuk ke bagian usus lainnya, selama periode pemantauan 21 hari setelah pemberian dosis.
Ini menegaskan profil keamanan Bio-RV yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan untuk bayi Indonesia.
Meski izin edar sudah diterbitkan, masih ada beberapa hal yang belum diumumkan secara resmi. Publik masih menantikan informasi lebih lanjut mengenai kapan vaksin ini mulai didistribusikan, berapa harganya, di fasilitas kesehatan mana saja tersedia, serta apakah akan masuk dalam Program Imunisasi Nasional.
Kabar baiknya, vaksinasi rotavirus sebenarnya sudah menjadi program nasional yang diluncurkan secara bertahap oleh Kementerian Kesehatan. Dengan hadirnya Bio-RV, diharapkan pasokan vaksin semakin melimpah dan harga bisa lebih terjangkau.
Yang terpenting, orang tua tidak perlu terburu-buru mengubah jadwal imunisasi anak secara mandiri. Keputusan pemberian vaksin harus tetap mengikuti petunjuk resmi dari pemerintah, informasi produk yang telah disetujui BPOM, serta rekomendasi dari tenaga kesehatan profesional. Konsultasikan selalu kondisi kesehatan bayi Anda dengan dokter anak sebelum melakukan imunisasi.