Pencarian

Riset Ungkap Playlist Musik Tepat Tingkatkan Stamina Hingga 20 Persen

Senin, 04 Mei 2026 • 03:53:01 WIB
Riset Ungkap Playlist Musik Tepat Tingkatkan Stamina Hingga 20 Persen

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mendengarkan musik dengan tempo yang tepat mampu meningkatkan daya tahan fisik seseorang hingga 20 persen saat…

Musik sering kali dianggap sebagai elemen pelengkap saat berolahraga di gym atau bersepeda. Namun, riset yang dipimpin oleh peneliti Andrew Danso membuktikan bahwa suara di telinga kita memiliki dampak kuantitatif yang signifikan terhadap ketahanan tubuh. Dalam eksperimennya, Danso melibatkan 29 orang dewasa aktif untuk melakukan sesi bersepeda intensitas tinggi pada level 80 persen dari kekuatan maksimal mereka.

Efek Instan pada Ketahanan Fisik

Para peserta diuji dalam dua skenario berbeda: mengayuh pedal dalam keheningan total dan bersepeda sambil mendengarkan musik pilihan mereka dengan tempo antara 120 hingga 140 Beats Per Minute (BPM). Hasilnya cukup mencengangkan bagi dunia sains olahraga. Kelompok yang mendengarkan musik mampu bertahan rata-rata enam menit lebih lama dibandingkan mereka yang berolahraga tanpa suara latar.

Secara statistik, ini menunjukkan peningkatan daya tahan sebesar 20 persen. Menariknya, meski durasi latihan bertambah, indikator fisik seperti detak jantung dan kadar laktat dalam darah tetap identik dengan kelompok yang diam. Artinya, tubuh mampu bekerja lebih keras dan lebih lama tanpa merasa terbebani oleh kelelahan ekstra yang biasanya muncul pada intensitas tersebut.

Mekanisme Disosiasi Kognitif dan Efisiensi Gerak

Mengapa performa bisa melonjak tanpa membuat jantung berdegup lebih kencang? Ilmu pengetahuan menjelaskan fenomena ini melalui konsep disosiasi kognitif. Musik berperan sebagai penghalang mental yang mengalihkan perhatian otak dari sinyal rasa sakit, panas pada otot, dan kelelahan fisik yang dikirimkan oleh tubuh.

Gangguan positif ini terbukti mampu menurunkan persepsi beban kerja atau perceived effort hingga sekitar 12 persen. Selain faktor psikologis, irama musik juga berfungsi layaknya metronom internal bagi tubuh. Saat ritme gerakan—seperti langkah kaki atau kayuhan pedal—sinkron dengan tempo lagu, gerakan menjadi lebih efisien secara mekanis sehingga energi yang terbuang lebih sedikit untuk hasil yang sama.

Kriteria Playlist yang Optimal

Studi ini menekankan bahwa tidak semua lagu di Spotify atau Apple Music memberikan efek yang sama. Ada dua kriteria utama agar musik bisa menjadi "doping" legal yang efektif bagi atlet maupun penghobi olahraga:

  • Tempo 120-140 BPM: Rentang ini dianggap paling ideal untuk memotivasi gerakan dan mudah disinkronkan dengan aktivitas fisik intensitas menengah hingga tinggi.
  • Koneksi Emosional: Lagu yang dipilih harus memiliki arti personal bagi pendengarnya. Daftar putar generik bertajuk "Workout Mix" sering kali gagal memberikan dampak maksimal karena tidak adanya ikatan emosional yang memicu respons adrenalin.

Data ini menjadi sinyal penting bagi industri teknologi kesehatan dan kebugaran. Ke depannya, integrasi antara data biometrik dari smartwatch dengan algoritma kurasi musik bisa menjadi standar baru untuk membantu pengguna mencapai target kebugaran dengan cara yang lebih menyenangkan dan efisien.

Bagikan
Sumber: xataka.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks