Pencarian

Pemkab Serang Siapkan Tiga Program Strategis Inklusi Keuangan 2026

Selasa, 05 Mei 2026 • 22:19:36 WIB
Pemkab Serang Siapkan Tiga Program Strategis Inklusi Keuangan 2026
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menjelaskan program inklusi keuangan untuk kemudahan akses dan perlindungan ekonomi warga.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, resmi menetapkan peta jalan penguatan ekonomi daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Kebijakan ini menyasar tiga sektor utama: pendidikan, mitigasi risiko keuangan, dan pemberdayaan usaha mikro.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menjelaskan bahwa kesepakatan program kerja ini merupakan upaya membangun peradaban sadar finansial. "Output-nya adalah kemudahan akses dan perlindungan ekonomi warga," ujar Najib saat memberikan keterangan di Serang, Selasa.

Fokus pada Edukasi Pelajar dan Mitigasi Pinjol Ilegal

Sektor pendidikan menjadi pilar pertama dengan gerakan pembukaan rekening bagi seluruh siswa di Kabupaten Serang. Program ini melibatkan ratusan sekolah guna menanamkan budaya menabung sejak dini kepada generasi muda. Pemerintah berharap akses perbankan menjadi hal lumrah bagi pelajar.

Pilar kedua berfokus pada pembersihan ekosistem keuangan desa dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan rentenir. Pemkab Serang mendorong perbankan untuk melakukan sosialisasi masif mengenai layanan digital. Transformasi dari transaksi tunai ke non-tunai menjadi target utama untuk meningkatkan keamanan finansial masyarakat.

"Kita ingin transaksi tunai terus dikurangi agar masyarakat menyadari bahwa bertransaksi non-tunai itu lebih mudah dan aman, asalkan saldo di rekening tersedia," tegas Najib.

Penguatan UMKM dan Digitalisasi Desa Wisata Anyer

Program ketiga diarahkan pada pendampingan UMKM agar mampu naik kelas melalui akses modal yang lebih sehat. TPAKD memproyeksikan penguatan layanan keuangan ini akan berkontribusi langsung terhadap laju pertumbuhan ekonomi mikro di tingkat lokal.

Asisten Daerah (Asda) II Kabupaten Serang, Febriyanto, menambahkan bahwa pihaknya juga menginisiasi program "Satu Rekening Satu Aparat Desa". Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan BPR Serang (Perseroda) untuk memastikan perangkat desa melek literasi perbankan.

Bagaimana Pengembangan Desa Wisata Tambang Ayam?

Selain menyasar aparatur dan pelajar, TPAKD membidik pengembangan Desa Wisata Tambang Ayam di Kecamatan Anyer. Kawasan ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata yang mapan secara literasi keuangan, mengikuti model pembinaan yang sebelumnya dilakukan OJK di wilayah Tirtayasa.

"Kami berkolaborasi untuk membina Desa Wisata Tambang Ayam agar menjadi destinasi wisata yang mapan secara literasi keuangan," kata Febriyanto menjelaskan target jangka panjang program tersebut.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks